Bukber Bareng PB SEMMI, Kapolri Cerita Ubah Paradigma Polri Jadi Melayani

6 hours ago 3

Jakarta -

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Buka Puasa Bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI). Dia menceritakan kebijakannya, salah satunya mengubah paradigma institusinya dari menjaga menjadi melayani masyarakat.

Agenda digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Hadir Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (LTSI) Hamdan Zoelva dan Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra dan seluruh jajaran. Acara yang bertema 'Bersatu di Bulan Suci Ramadhan Wujudkan Asta Cita' ini dihadiri sekitar 500 peserta.

Mengawali sambutannya, Jenderal Sigit mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan silaturahmi dengan keluarga besar PB SEMMI, serta elemen mahasiswa lainnya. Ia menyebut pertemuan di bulan Ramadan ini sebagai momentum luar biasa yang bertepatan dengan rangkaian konsolidasi nasional organisasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah suatu momentum dan kesempatan luar biasa yang harus kita syukuri. Saya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa dan mewakili institusi mengucapkan mohon maaf lahir dan batin," ujar Jenderal Sigit.

Suasana menjadi cair saat Kapolri menyinggung kedekatannya dengan dunia aktivis. Ia mengaku sangat senang bertemu mahasiswa karena tugas Polri memang harus berkomunikasi dengan semua elemen demi menjaga stabilitas kamtibmas.

Kapolri buka puasa bersama PB Semmi, Kamis (12/3/2026).Foto: Kapolri buka puasa bersama PB Semmi (Dok Istimewa)

Jenderal Sigit bahkan berseloroh mengenai rencana masa tuanya.

"Betul kata Pak Hamdan, orang tua kita, bahwa saya sudah bertemu banyak aktivis dan alhamdulillah, rencana setelah pensiun saya mau jadi aktivis. Jadi saya kira bergurunya sudah cukup banyaklah. Mulai dari saya mengajak diskusi sampai saya didemo pun sudah sering," kelakarnya yang disambut tawa hadirin.

Kapolri kemudian mengingatkan mahasiswa sebagai generasi penerus akan pentingnya menjaga persatuan. Ia bercermin pada sejarah Indonesia yang sempat dijajah bangsa lain karena mudah dipecah belah.

Persatuan, lanjut Jenderal Sigit, menjadi kunci krusial, terutama saat menghadapi konstelasi global yang tidak baik-baik saja saat ini, termasuk dampak konflik Timur Tengah yang berpengaruh pada situasi nasional.

"Boleh kita berbeda-beda di dalam pikiran dan pendapat, namun ada satu hal yang harus kita jaga, sampai di batas mana kita tetap harus menjaga persatuan untuk negara tercinta. Tahun 2030-2035 adalah momentum bonus demografi kita untuk melompat menjadi negara maju. Jangan sampai momentum ini lewat karena kita terpecah belah," tegasnya.

Terkait peran Polri, Jenderal Sigit menegaskan bahwa institusinya sangat menghargai ruang berekspresi sebagai amanat reformasi. Ia menekankan bahwa Polri terus berupaya mengubah wajah institusi agar lebih humanis dalam melayani masyarakat.

"Kita memiliki paradigma baru, bagaimana yang tadinya kita menjaga menjadi melayani. Itu sudah kita sampaikan bahwa itu adalah tugas dari kita semua, khususnya jajaran Polri, untuk terus melaksanakan amanah tersebut," ungkap Jenderal Sigit.

Menutup sambutannya, Kapolri menitipkan institusi Polri kepada para mahasiswa. Ia berharap sinergi Polri dan mahasiswa tetap terjalin baik. Ia pun meminta mahasiswa tidak segan memberikan kritik membangun kepada korps Bhayangkara.

"Saya titip institusi Polri. Mungkin ada yang nakal-nakal tolong ditegur, tolong dimarahi. Tapi yang baik tolong dijagain. Yang jelas institusi Polri akan melanjutkan apa yang menjadi amanah reformasi," pungkasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta ini, Kapolri didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Hadir Kabaintelkam Polri KomjenYuda Gustawan, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir, hingga Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana.

Kehadiran Kapolri dalam forum mahasiswa ini menekankan pentingnya peran pemuda dan intelektual dalam menjaga persatuan bangsa, terutama di bulan suci Ramadan, guna mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya sekadar berbuka puasa, agenda ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan. Kapolri memberikan penyerahan simbolis santunan dan paket sembako. Sebanyak 50 paket sembako dibagikan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga gula. Selain itu, diberikan juga 50 paket santunan untuk anak yatim.

(hri/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |