Bukan Cuma Gegara RI, Ini Dia Faktor Penentu Harga Batu Bara Dunia

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai penentu harga batu bara gdunia bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga dipengaruhi dinamika pasokan dan permintaan global.

Hal tersebut sebagai respon terkait rencana pemerintah yang akan memangkas produksi batu bara pada 2026 menjadi kurang lebih sekitar 600 juta ton. Angka ini turun sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 sebesar 790 juta ton.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menilai penurunan suplai batu bara Indonesia ke pasar internasional diduga dapat menaikkan harga. Namun di sisi lain, faktor demand atau permintaan dari negara importir batu bara besar seperti China dan India juga sangat dapat mempengaruhi perubahan harga.

Gambarannya. "Pada tahun 2025, volume impor batubara negara China dari luar negerinya mengalami penurunan sebagai akibat dari beberapa faktor, antara lain turunnya industri mereka untuk beberapa saat saat terjadi perang tarif antara China dengan USA dan juga sebagai akibat dari ditingkatkannya produksi batubara dalam negeri mereka," kata Widhy kepada CNBC Indonesia, Senin (12/1/2026).

Menurut dia, penurunan volume impor batu bara negara China ini luar biasa berdampak kepada turunnya harga batu bara secara signifikan. Hal ini lantaran China merupakan salah satu negara utama pengimpor batu bara dari pasar internasional, selain negara India.

"Jadi seandainya di tahun 2026 ini China dan India kembali menurunkan impor volume batu baranya dari pasar internasional, maka bukan tidak mungkin penurunan volume produksi batu bara dari Indonesia juga tidak banyak mempengaruhi untuk kenaikan harga batu bara di pasar internasional," kata dia.

Ia menilai kemungkinan penurunan impor batu bara oleh China dan India antara lain dapat disebabkan berbagai faktor. Mulai dari meningkatnya target produksi dalam negeri nya, serta pengurangan penggunaan batu bara sebagai sumber energi dengan meningkatkan produksi listrik dari sumber energi lain seperti energi baru terbarukan (EBT).

"Kita lihat saja perkembangannya di tahun 2026 ini, apakah upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan produksi batu bara nasional dengan tujuan mengurangi volume ekspor batu bara ke pasar internasional, seberapa banyak dapat memberikan dampak kenaikan harga batu bara," kata dia.

Namun yang jelas penurunan produksi batu bara nasional ini sedikit banyak akan mengganggu rencana kerja operasional maupun rencana investasi perusahaan-perusahaan tambang batubara di Indonesia termasuk perusahaan jasa pertambangannya.

"Semua pihak saat ini masih sedang menunggu kejelasan berapa rencana produksi batubara yang disetujui pemerintah dari persetujuan RKAB yang hingga saat ini masih belum dikeluarkan," katanya.

(ven)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |