Bombardir Pusat Ekspor Iran di Pulau Kharg, Trump Beri Ancaman Serius

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target militer di Pulau Kharg, Iran, yang merupakan pusat utama ekspor minyak mentah Iran.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial hari Jumat, Trump mengatakan serangan yang dilakukan oleh Komando Pusat Amerika Serikat menjadi salah satu operasi pemboman paling dahsyat di kawasan Timur Tengah, dan berhasil menghancurkan setiap target militer di permata mahkota Iran, Pulau Kharg.

Namun demikian, Trump menyebut bahwa pihaknya memilih untuk tidak menyerang infrastruktur minyak yang berada di pulau tersebut

"Saya telah memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali," ujar Trump dikutip dari Agence France-Presse, Sabtu (14/3/2026).

Amerika Serikat dan Israel selama ini telah bersikap hati-hati terhadap Pulau Kharg. Namun, sejumlah pejabat di pemerintahan Trump disebut mempertimbangkan pengambilalihan pulau tersebut sebagai salah satu opsi di tengah berlanjutnya konflik di Timur Tengah.

Pulau Kharg, yang terletak sekitar 30 kilometer (19 mil) dari daratan Iran, menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran, menurut catatan JP Morgan baru-baru ini.

Para ahli mengatakan, setiap tindakan terhadap wilayah tersebut, yang ukurannya sekitar sepertiga dari Manhattan, akan segera menimbulkan dampak yang besar.

"Serangan langsung akan segera menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah Iran, kemungkinan akan memicu pembalasan yang parah di Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi regional," kata JP Morgan.

Serangan Iran hampir sepenuhnya menghentikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz yang biasanya dilalui seperlima minyak mentah dan gas alam cair global dan juga berdampak pada infrastruktur minyak di negara-negara Teluk lainnya.

Pada hari Jumat, Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melalui selat tersebut untuk memulihkan ekspor minyak karena ia berupaya mengatasi kenaikan harga gas AS yang melonjak.

Adapun, pulau Kharg mengalami perkembangan penting selama ekspansi minyak Iran pada tahun 1960-an dan 1970-an, terutama karena sebagian besar garis pantai Iran tidak cukup dalam untuk menampung kapal tanker berukuran sangat besar.

(ven/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |