Bisa Bantu Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kisah menarik datang dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampanglei beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan pemerintah tengah mengembangkan penggunaan bahan kimia khusus untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bahan tersebut diketahui berasal dari hasil penelitian Randall Hartolaksono, ilmuwan asal Surabaya. Bahan kimia itu dibuat dari ekstrak kulit singkong yang mengandung zat tripotasium sitrat.

Menurut penelitian tersebut, kandungan dalam ekstrak kulit singkong dapat membantu memutus reaksi kimia berantai yang terjadi saat kebakaran. Dengan demikian, proses pendinginan api dapat berlangsung lebih cepat.

"Bahan itu digunakan untuk perkuat pemadaman dan bisa menurunkan temperatur dengan drastis serta tidak menghasilkan asap," kata Willem dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (25/8/2026).

Randall Hartolaksono, yang dikenal dengan nama Randall Hart, lahir di Surabaya pada 16 Maret 1956. Dia tak sengaja menemukan bahan kimia itu saat meneliti saripati kulit singkong untuk menjadi bahan pelumas engsel robot, di Inggris. Tak sengaja bahan itu tumpah dan memadamkan api.

Hal itu kemudian mendorongnya untuk melakukan penelitian dan mendapati bahwa saripati singkong dapat memutus reaksi kimia berantai dalam proses kebakaran. Teorinya kemudian dikenal dengan nama Teori Pemutusan Rantai Kimia. Kalangan ilmuwan Eropa menerima teori ini.

Beberapa zat aktif dari saripati kulit singkong, seperti tripotasium sitrat dikembangkan menjadi aneka produk anti api. Ada yang dioleskan ke kayu, seperti cat, yang membuatnya tahan api selama 200 tahun. Ada juga yang dimasukkan ke dalam tabung semprot.

Saat ini Randall telah membangun bisnis dengan nama Hartindo Chemicatama Industri, yang didirikan di Jakarta dan Surabaya, serta memiliki pabrik di Malaysia, Singapura, Taiwan, Inggris, dan Thailand.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |