Beruang Masuk Kota, 94 Sekolah Terpaksa Tutup Mendadak

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemunculan seekor beruang liar di kawasan permukiman Kota Utsunomiya, Jepang, memicu kekhawatiran warga dan memaksa pemerintah setempat menutup puluhan sekolah. Aparat juga menggelar operasi pencarian besar-besaran setelah hewan tersebut beberapa kali terlihat berkeliaran di area publik.

Beruang yang diperkirakan memiliki panjang sekitar satu meter itu dilaporkan telah berkeliaran selama tiga hari terakhir. Sejak pertama kali terlihat pada Sabtu (6/6/2026), hewan tersebut muncul di berbagai lokasi, mulai dari lingkungan perumahan, pusat perbelanjaan, taman kota, hingga area sekolah. Pada Senin (8/6/2026) pagi, warga kembali melaporkan penampakan beruang di dekat pasar grosir setempat.

Menyusul rentetan laporan tersebut, Pemerintah Kota Utsunomiya yang berada di utara Tokyo memutuskan menutup seluruh 94 sekolah dasar dan menengah pertama negeri pada Senin. Keputusan itu diambil setelah otoritas menerima lebih dari 10 laporan penampakan beruang sejak akhir pekan lalu.

"Kami telah mengerahkan kendaraan ke daerah-daerah tempat beruang terlihat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendesak orang-orang untuk tetap berada di dalam ruangan atau di dalam kendaraan," ujar seorang pejabat kota kepada AFP.

Ia menambahkan, puluhan pemburu, polisi, dan aparat pemerintah daerah telah diterjunkan untuk melacak keberadaan hewan tersebut. Hingga kini, pihak berwenang masih belum dapat memastikan apakah seluruh laporan tersebut merujuk pada satu beruang atau lebih dari satu ekor.

Sementara itu, otoritas mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area yang diduga menjadi jalur pergerakan beruang hingga situasi benar-benar aman.

Insiden di Utsunomiya terjadi di tengah meningkatnya interaksi antara manusia dan beruang di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Penampakan maupun serangan beruang semakin sering dilaporkan, bahkan di wilayah perkotaan yang sebelumnya jarang menjadi lokasi kemunculan satwa liar tersebut.

Data resmi menunjukkan jumlah penampakan beruang di seluruh Jepang mencapai lebih dari 50.000 kasus dalam periode satu tahun hingga Maret lalu. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan rekor sebelumnya yang tercatat dua tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Jepang juga mencatat rekor tertinggi korban jiwa akibat serangan beruang pada tahun lalu, yakni 13 orang meninggal dunia. Peningkatan insiden ini dikaitkan dengan beruang yang keluar dari masa hibernasi dalam kondisi lapar sehingga lebih sering mendekati kawasan permukiman untuk mencari makanan.

Bagi Utsunomiya, situasi ini tergolong tidak biasa. Kota yang dihuni sekitar 510.000 penduduk itu hanya mencatat dua laporan penampakan beruang yang belum terkonfirmasi sepanjang tahun sebelumnya.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |