Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit senilai Rp 1.895 triliun, tumbuh 13,4% secara tahunan (yoy) sepanjang 2025.
Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini mengatakan pertumbuhan kredit itu diikuti dengan kualitas aset yang terjaga. "Konsistensi kami terhadap kualitas bisnis prudent, hal ini tercermin NPL bank only terjaga 0,96%," katanya dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Dia melanjutkan bahwa pertumbuhan bisnis bank disokong oleh kanal digital yang tidak hanya tumbuh pesat, tapi luas merata di seluruh lapisan ekonomi. Di segmen bisnis, Kopra by Mandiri digunakan 320.000 nasabah, dengan 85% merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Corporate Banking Mochamad Rizaldi menjabarkan bahwa pertumbuhan kredit perusahaan didukung oleh ekosistem pelat merah dengan rasio 40%.
Dia juga mengatakan bahwa penerapan prinsip kehatian-hatian diterapkan bank secara konsisten. Kredit dalam risiko atau loan at risk (LAR) terus membaik, secara tahuan turun dari 6,76% menjadi 6,05%."Sementara rasio pencadangan NPL kuat 223%, kesiapan Bank Mandiri menghadapi restrukturisasi," katanya.
Sementara itu Bank Mandiri mengantongi laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025. Bila dibandingkan dengan capaian 2024, laba emiten bersandi BMRI ini naik 0,93% secara tahunan (yoy).
Pendapatan bunga bersih bank tumbuh 4,36% yoy menjadi Rp 106 triliun dan pendapatan non-bunga naik 14,5% menjadi Rp 48,5 triliun.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

















































