Bank Dunia Ramal Ekonomi RI 2026 Tumbuh 5%, di Bawah Target Purbaya!

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia atau World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini masih akan bergerak di level 5%. Dengan ramalan peningkatan pertumbuhan ke level 5,2% pada 2027.

Proyeksi terbaru ini termuat dalam laporan terbaru Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2026.

Proyeksi ini tak mengalami perubahan dibanding realisasi pertumbuhan pada 2023, 2024, dan estimasi 2025 yang juga hanya di level 5%. Percepatan laju pertumbuhan di atas 5% mereka perkirakan akan terjadi di Indonesia pada 2027 dengan level 5,2%.

"Pertumbuhan di Indonesia diperkirakan akan bertahan (di level 5%) berkat stimulus fiskal dan investasi yang dimotori oleh negara," sebagaimana tertera dalam laporan GEP terbaru, dikutip Kamis (15/1/2025).

Ramalan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilakukan World Bank ini juga masih lebih rendah dibanding target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah untuk 2025 sebesar 5,2% dan 2026 menjadi 5,4%, sebagaimana termuat dalam asumsi makro APBN.

World Bank tak banyak mengulas terkait dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia itu. Namun, mereka memastikan, stimulus fiskal dan investasi yang didorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sejak 2025 sebetulnya mengangkat prospek pertumbuhan dibanding ramalan yang sebelumnya dipublikasikan dalam GEP edisi Juni 2025.

Proyeksi laju pertumbuhan dalam GEP edisi Januari 2026 ini lebih tinggi 0,3% poin dibanding proyeksi dalam GEP edisi Juni 2025 untuk estimasi 2025. Sedangkan untuk estimasi 2026 lebih tinggi 0,2% poin dan 2027 lebih tinggi 0,2% poin.

Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 jauh lebih baik dibanding ramalan mereka terhadap pertumbuhan ekonomi global yang justru melambat khusus tahun ini.

World Bank meramal pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai titik 2,6%. pada 2026 Titik proyeksi terbaru ini menjadi yang terendah dibanding realisasi 2023 dan 2024 sebesar 2,8%, dan estimasi 2025 di level 2,7%. Dibanding proyeksi 2027 yang kembali meningkat ke level 2,7% juga masih lebih rendah.

Bila proyeksi pertumbuan ini menjadi kenyataan, World Bank menganggap dekade 2020-an berada di jalur pertumbuhan untuk dekade dengan pertumbuhan global terlemah sejak 1960-an.

"Dalam beberapa tahun ke depan, ekonomi dunia diperkirakan tumbuh lebih lambat dibandingkan dekade 1990-an yang penuh gejolak-sementara menanggung tingkat utang publik dan swasta yang mencapai rekor," ujar Indermit Gill, Kepala Ekonom dan Wakil Presiden Senior untuk Ekonomi Pembangunan World Bank Group.

Pertumbuhan ekonomi global yang akan melambat pada 2026 dibanding 3 tahun terakhir imbas dari tak kondusifnya iklim perdagangan global akibat ketegangan geopolitik dan perang dagang, hingga lemahnya konsumsi masyarakat dunia

World Bank mencatat, pada 2025 pertumbuhan ditopang oleh lonjakan perdagangan menjelang perubahan kebijakan serta penyesuaian cepat dalam rantai pasok global. Namun, dorongan ini mereka anggap akan memudar pada 2026 seiring melemahnya perdagangan dan permintaan domestik.

Meski demikian, pelonggaran kondisi keuangan global dan ekspansi fiskal di sejumlah negara besar dapat membantu meredam perlambatan, sehingga World Bank sebetulnya merevisi ke atas laju pertumbuhan untuk 2026 ini sebesar 0,2% poin dibanding proyeksi pada Juni 2025. Sebagaimana revisi ke atas untuk pertumbuhan 2025 sebesar 0,4% poin dan 2027 yang sebesar 0,1% poin.

(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |