Bahan Baku Berlimpah, Komponen Panel Surya RI Ternyata Masih Impor

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengungkapkan industri panel surya masih bergantung pada impor komponen. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya melimpah untuk bahan baku pembuatan komponen panel surya tersebut.

Kondisi tersebut membuat Indonesia belum mampu mengendalikan struktur biaya produksi energi terbarukan secara mandiri.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa mayoritas fasilitas manufaktur panel surya yang ada saat ini hanya melakukan proses perakitan. Ia menegaskan bahwa penguasaan rantai pasok komponen sangat krusial agar Indonesia bisa menciptakan nilai tambah dari kekayaan mineralnya sendiri.

"Solar panel, solar panel kita ini, pabrik yang ada disini semuanya cuma pabrik perakitan. Padahal solar panel itu, lakukan 87% komponennya semua kita punya," ungkap Todotua dalam acara Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki hampir seluruh material dasar yang dibutuhkan untuk memproduksi panel surya, mulai dari silika, timah, bauksit, hingga tembaga. Namun, karena belum adanya industri pengolahan komponen inti, material tersebut harus didatangkan dari luar negeri sehingga membebani biaya produksi energi surya nasional.

"Silikanya kita ada, timahnya kita ada, bauksitnya kita ada, tembaganya kita ada, semuanya Pak. Tapi karena kita masih hanya perakitan, material komponennya kita masih impor," jelasnya.

Tidak adanya kendali terhadap struktur biaya ini berimbas pada harga jual listrik tenaga surya yang sulit bersaing dengan kemampuan beli PT PLN (Persero). Pemerintah mendorong percepatan hilirisasi komponen agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi teknologi asing tetapi menjadi produsen yang kompetitif.

"Kita gak bisa mengendalikan cost. Bagaimana caranya kalau kita gak bisa mengendalikan cost, we can't manage daripada produksi energi itu sendiri," pungkasnya.

Dalam catatannya, Indonesia saat ini sudah berhasil memproduksi 60% komponen panel surya dalam negeri. Hal itu didukung oleh ketersediaan bahan baku industri panel surya seperti silika, bauksit, tembaga, dan timah.

Komponen panel surya yang tersedia di dalam negeri yakni aluminium frame, front & back glass, EVA/POE, solar cell, hingga junction box.

Sedangkan komponen panel surya yang masih belum tersedia di dalam negeri dan masih diimpor yaitu ribbon dan silicon.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |