Jakarta -
Polisi mengungkap dugaan sementara penyebab selebgram Mohamad Irman Ali (33) atau Woodyrman menganiaya pria asal Brunei Darussalam hingga tewas di Blok M, Jakarta Selatan. Woodyrman tersulut emosi setelah korban membela teman.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan diduga karena tersangka tersulut emosi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2026).
Budi mengatakan peristiwa itu bermula adanya salah paham antara Woodyrman dan salah satu saksi. Korban hendak membela saksi sehingga terjadi adu mulut antara korban dan Woodyrman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peristiwa ini berawal dari kesalahpahaman antara tersangka dengan salah satu saksi. Korban kemudian bermaksud membela saksi tersebut, sehingga terjadi adu mulut antara korban dan tersangka," ucapnya.
Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
Budi mengatakan korban sempat mengirimkan pesan suara yang bernada tantangan berkelahi ke Woodyrman. Saat korban dan Woodyrman bertemu di lokasi, situasi semakin memanas.
"Sebelum kejadian, korban juga sempat mengirimkan pesan suara atau voice note yang bernada tantangan berkelahi. Saat korban dan tersangka bertemu di lokasi kejadian, situasi menjadi semakin konfrontatif," jelasnya.
Pelaku Dipengaruhi Alkohol
Budi menjelaskan Woodyrman dipengaruhi alkohol saat melakukan penganiayaan. Woddyrman kemudian melakukan satu kali pemukulan sambil memegang paper bag isi botol minuman ke arah kepala korban.
"Dari hasil pendalaman, tersangka saat itu diduga berada dalam pengaruh alkohol. Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian melakukan pemukulan satu kali ke arah kepala korban menggunakan tangan kanan yang saat itu memegang paper bag berisi botol minuman," ucapnya.
Akibat pemukulan tersebut, korban terjatuh di lokasi kejadian. Korban sempat menjalani perawatan medis, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Keributan yang melibatkan sesama warga negara asing (WNA) ini terjadi di Blok M, Jakarta Selatan pada Rabu (6/5) dini hari lalu. Korban inisial MHF (30) meninggal dunia setelah 10 hari dirawat.
(dvp/ygs)


















































