Atasi Karhutla, Bantuan Heli Jepang hingga Doa Minta Hujan

22 hours ago 5

Jakarta -

Memasuki pengujung Agustus, sejumlah daerah masih diliputi asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Sipongi Kementerian Kehutanan, terdapat sejumlah daerah yang didominasi titik hotspot berwarna kuning dan merah. Daerah-daerah tersebut tersebar mulai dari Papua bagian selatan, Bali-NTT, Pulau Sulawesi, Sumatera bagian selatan, dan hampir seluruh Kalimantan.

Di sejumlah titik di Kalimantan, api bahkan sudah merambah ke permukiman warga. Terbaru, sebuah masjid di Kubu Raya, Kalimantan Kalimantan Barat, hampir tersambar api yang berasal dari lahan sekitarnya.

Mengutip detikKalimantan, warga khawatir terhadap kekuatan angin yang mengembuskan api menuju bangunan tersebut. Ketua RT 10 RW 05, Dusun Tanjung Puri, Haidir Ali bahkan menyebutkan jika jarak api dengan dinding Masjid Baiturrahman ketika kejadian hanya sekitar satu jengkal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kubu Raya dan seluruh personel yang sudah membantu menyelamatkan Masjid Baiturrahman. Api tadi sudah sangat dekat dengan dinding masjid, tinggal sejengkal," kata Haidir, dikutip dari detikKalimantan, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, Kotawaringin barat, sebuah alat berat habis terbakar akibat tersambar api karhutla. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/8) di kawasan Km 11 Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

"Terbakarnya alat berat di tengah karhutla ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat ancaman kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar," ungkap Ketua Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, dikutip dari detikKalimantan.

Seperti yang telah diulas dalam detikSore edisi Kamis (27/8) lalu, masifnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut bahkan telah mengganggu kesehatan warga. Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Kesehatan RI, kasus ISPA bahkan meningkat hingga 78%.

Guna mengurangi risiko kesehatan, sejumlah sekolah, baik di wilayah Kalsel maupun Kalbar, mengambil kebijakan sekolah daring atau menggeser jam belajar. Hal ini dilakukan agar paparan asap terhadap siswa dapat tereduksi.

Melihat kondisi yang tidak kunjung membaik, Jepang merespons permintaan bantuan Pemerintah RI dalam rangka penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Menteri Pertahanan (Menjan) Jepang Shinjiro Koizumi, dikutip dari NHK, mengirimkan tiga helikopter angkut jenis CH-47 berikut 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF).

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah melalui berbagai lembaga bersama relawan terus melakukan segala upaya untuk menekan penyebaran api. Warga di beberapa wilayah yang berdekatan dengan penyebaran api juga terus menjaga agar kebakaran tidak merambah hingga permukiman.

Hingga saat ini, sejumlah wilayah masih terus menantikan dukungan cuaca. Sebabnya, awan hujan masih jarang melewati wilayah-wilayah tersebut. Membaca situasi yang belum kondusif, warga di Pontianak pun secara khusus berdoa agar hujan turun di wilayah mereka. Seperti ditulis detikKalimantan, masyarakat melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang dan kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Lalu bagaimana perkembangan pengendalian karhutla di sejumlah titik di Indonesia? Simak berita selengkapnya dalam detikSore!

Menjelang petang nanti, detikSore akan menghadirkan robot humanoid asal Indonesia yang belum lama ramai di media sosial atas berbagai aksinya, Joko Prabuwesi, hadir sebagai asimilasi antara teknologi dan budaya lokal. Ia hadir sebagai buah modernitas yang berusaha dekat dengan masyarakat melalui karakter yang dibangun hingga gerak-geriknya.

Lalu, apa sisi lain yang dapat dilihat dari hadirnya robot humanoid itu ke tengah masyarakat? Temui Joko Prabuwesi dalam detikSore!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |