Jakarta, CNBC Indonesia - Amazon mengumumkan rencana investasi jumbo untuk pembangunan infrastruktur cloud di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) senilai lebih dari US$ 33 miliar setara Rp 589,21 triliun (asumsi kurs Rp 17.854 per US$). Proyek tersebut rencananya dibangun hingga tahun 2039 mendatang.
Melansir Business Today, proyek strategis tersebut akan difokuskan pada empat negara utama, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand guna memperkuat ekonomi digital regional.
Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon David Zapolsky menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk membangun infrastruktur serta melatih tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tingkat global. Ia menilai arah kebijakan pemerintah di negara-negara ASEAN saat ini sangat mendukung percepatan pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi.
"Amazon memiliki rencana untuk menginvestasikan lebih dari US$ 33 miliar di seluruh Asia Tenggara hingga tahun 2039. Kami membangun infrastruktur, melatih tenaga kerja lokal, dan memungkinkan bisnis di seluruh kawasan untuk bersaing secara global," ujarnya dilansir dari Business Today, dikutip Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan penilaian dampak ekonomi perusahaan, suntikan modal tersebut diproyeksikan bakal menyumbang lebih dari US$ 64 miliar setara Rp 1.142 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kolektif Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand setelah seluruh tahap investasi tuntas.
Langkah ekspansi tersebut juga diperkirakan mampu menciptakan 56.300 lapangan kerja penuh waktu setiap tahunnya di sepanjang rantai pasok pusat data lokal.
"Pemerintah di seluruh Asia Tenggara layak mendapatkan pengakuan atas kepemimpinan mereka yang berani dalam membentuk kebijakan dan kondisi ekonomi yang mempercepat pertumbuhan dan menarik investasi global dalam bidang AI dan teknologi pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjut David.
Kawasan Asia Tenggara sendiri diprediksi akan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dengan nilai ekonomi digital mencapai US$ 560 miliar pada tahun 2030 mendatang.
Dengan masuknya investasi infrastruktur cloud skala besar ini, Amazon berharap dapat mengakselerasi transformasi digital dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian di kawasan regional.
(haa/haa)
Addsource on Google


















































