Alwi Shihab Usai Bertemu Prabowo: RI Komitmen terhadap Perjuangan Palestina

2 hours ago 3
Jakarta -

Mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alwi Shihab, mengatakan mendapat pencerahan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto selama 3 jam di Istana, Jakarta. Alwi mengatakan Prabowo memberi penjelasan tentang bergabungnya RI ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.

"Jadi pertemuan tadi ini membuka cakrawala kita sebenarnya dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita ingin ketahui tadi oleh Bapak Presiden dijelaskan sejelas-jelasnya," kata Alwi Shihab di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alwi mengatakan Prabowo menegaskan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Dia mengatakan solusi dua negara atau two state solution menjadi harga mati.

"Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu kalau istilah awamnya adalah 'harga mati', two-state solution," ujarnya.

Alwi meminta seluruh anggota Board of Peace tidak mendengarkan Presiden Israel Benjamin Netanyahu. Prabowo, kata Alwi, memberikan penegasan RI siap keluar dari BoP jika merasa prinsip dan perjuangan yang ada sudah tak sejalan.

"Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution. Oleh Bapak Presiden tadi dikatakan kalau Board of Peace ini kelihatan tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia maka dengan mudah kita bisa keluar. Jadi beliau tekankan kepada masyarakat seluruhnya bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina," ujarnya.

Pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jusuf Wanandi juga mendukung bergabungnya RI ke dalam Board of Peace. Dia mengatakan Prabowo telah memberi penjelasan detail.

"Satu saja saya mau tekankan adalah bahwa kami mendapat suatu pencerahan hari ini yang betul-betul mendalam. Saya tidak sebetulnya mempersiapkan untuk ini, saya kira saya mau tanya-tanya yang aneh-aneh, ternyata dia sudah jelaskan semua apalagi," ujarnya.

"Jadi saya tadi hanya memuji bahwa usaha ini penting supaya rakyat kita pun mengerti apa yang diambil keputusan-keputusan oleh pemerintah. Sebab hal ini masalahnya pelik jadi tidak bisa sembarangan diceritakan di mana saja. Jadi ini kesempatan saya kira yang dibuka oleh Bapak Presiden yang harus kita hargai dan harus dapat kita pergunakan bersama," lanjutnya.

(eva/haf)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |