Aliran Modal Masuk Rp140,1 T, Purbaya: Kepercayaan Dunia ke RI Terjaga

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, terjaganya stabilitas perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global, membuat kepercayaan investor dunia terjaga.

Ia mengatakan, kondisi ini terlihat dari stabilnya peringkat kredit atau utang RI yang disematkan lembaga pemeringkat global, seperti S&P Global Ratings yang memberikan peringkat BBB/stable, dan Lianhe Ratings Global memberi AAA/Stable.

Peringkat kredit yang terjaga itu menurutnya ditopang oleh solidnya kondisi ekonomi Indonesia. Hingga Semester I-2026 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45% dengan inflasi yang terkendali per Agustus 2026 sebesar 3,19% yoy.

Neraca perdagangan pun kata dia terjaga surplus US$3,7 miliar pada periode Januari-Juli 2026, serta cadangan devisa yang mencapai US$145,3 miliar. Rupiah pun telah menguat ke level Rp17.720/US$ setelah tertekan di level Rp18.171/US$ pada Juni 2026.

"Solidnya kinerja perekonomian domestik tersebut berhasil membuat terjaganya kepercayaan dunia," tutur Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Selasa (1/9/2026).

Purbaya pun menegaskan, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia saat ini juga masih terus terjadi, yang mencerminkan kuatnya rasa percaya investor global dalam menanamkan dananya di dalam negeri.

Hingga akhir Agustus 2026, aliran modal masuk atau inflow ke Indonesia berdasarkan catatannya telah mencapai Rp 140,6 triliun. Diiringi dengan imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN) tenor acuan 10 tahun yang sudah bergerak di kisaran 7%, dari level tertingginya pada 11 Juni 2026 sebesar 7,39%.

"Sentimen positif di pasar keuangan domestik terus berlanjut, tercermin dari apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan IHSG, dan perkembangan yield SBN yang kondusif. Hal tersebut diperkuat oleh aliran modal masuk yang sampai dengan 28 Agustus 2026 mencapai Rp140,6 triliun. Demikian pula dengan kinerja SBN yang tetap solid," [a[armua/

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |