Alert! Drone Iran Serang Situs Nuklir UEA, Picu Kebakaran Hebat

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah insiden kebakaran yang dipicu oleh serangan pesawat tanpa awak atau drone dilaporkan pecah di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Mengutip laporan kantor berita Anadolu, otoritas resmi Emirat mengonfirmasi kejadian tersebut pada Minggu (17/05/2026).

Pihak berwenang setempat langsung memberikan penjelasan resmi mengenai titik lokasi kebakaran yang sempat memicu kepanikan tersebut melalui saluran komunikasi digital mereka.

"Otoritas di Abu Dhabi menanggapi insiden kebakaran yang pecah di sebuah generator listrik di luar perimeter dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah di Wilayah Al Dhafra, yang disebabkan oleh serangan drone," kata Kantor Media UEA di platform media sosial AS, X.

Pemerintah setempat juga langsung memberikan pembaruan mengenai kondisi para pekerja dan situasi keamanan radiasi di sekitar lokasi pembangkit pascaserangan.

"Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan tidak ada dampak pada tingkat keselamatan radiologis," tambah kantor tersebut.

Langkah-langkah preventif ketat segera diberlakukan oleh pihak keamanan dan tim teknis untuk mengamankan seluruh area vital pembangkit listrik. Kantor tersebut menyatakan bahwa semua langkah pencegahan telah diimplementasikan.

Informasi lebih lanjut mengenai kondisi operasional reaktor nuklir kemudian dirilis guna menenangkan publik dan pasar energi global.

"Kebakaran tidak memengaruhi keselamatan pembangkit listrik atau kesiapan sistem pentingnya, dan bahwa semua unit beroperasi secara normal," kata kantor tersebut, mengutip Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR).

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan intensif dan belum memberikan informasi resmi mengenai asal-usul dari serangan drone tersebut.

Ketegangan regional di Timur Tengah memang terpantau terus melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Situasi memanas sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.

Teheran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu-sekutu AS di Teluk, termasuk UEA, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Sebuah gencatan senjata sebenarnya sempat diberlakukan pada 8 April lalu melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |