Raksasa Chip Ini Mau Mogok Kerja, Bisa Rugikan Negara Rp 11 T Sehari

4 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan akan mengambil semua opsi yang tersedia, termasuk arbitrase darurat, demi menghindari aksi mogok kerja di Samsung Electronics yang merupakan pemberi kerja terbesar di negara tersebut. Mengutip laporan Reuters, langkah ini disiapkan guna meminimalkan dampak kerusakan jika aksi industrial itu benar-benar terjadi pada Minggu (17/05/2026).

Produsen chip memori terbesar di dunia tersebut dan serikat pekerja Samsung Electronics dijadwalkan akan melanjutkan pembicaraan upah pada hari Senin besok dengan mediator pemerintah, sebuah langkah yang diharapkan dapat meredakan kekhawatiran atas potensi pemogokan yang mengganggu stabilitas ekspor raksasa teknologi itu.

Perdana Menteri Kim Min-seok membeberkan hitung-hitungan kerugian finansial yang sangat fantastis jika operasional pabrik komponen elektronik itu sampai terhenti meski hanya dalam waktu singkat setelah menggelar rapat darurat bersama para menteri pada hari Minggu.

"Hanya satu hari penangguhan di pabrik semikonduktor Samsung Electronics diperkirakan akan menimbulkan kerugian langsung sebanyak 1 triliun won atau setara US$ 667,68 juta (Rp 11,75 triliun)," kata Kim setelah pertemuan darurat dengan para menteri pada hari Minggu.

Perdana Menteri tersebut juga menambahkan bahwa dampak jangka panjang dari berhentinya lini produksi mesin teknologi ini jauh lebih berbahaya ketimbang angka kerugian harian.

"Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa jeda sementara pada lini manufaktur semikonduktor menyebabkan ketidakaktifan selama berbulan-bulan," ujar Kim, seraya menambahkan ada kekhawatiran tentang kerusakan ekonomi yang membengkak hingga 100 triliun won jika bahan-bahan produksi harus dibuang akibat pemogokan tersebut.

Demi mengantisipasi skenario terburuk itu, mekanisme hukum khusus berupa perintah arbitrase darurat dapat diaktifkan oleh menteri tenaga kerja jika perselisihan dinilai membahayakan perekonomian negara atau kehidupan sehari-hari masyarakat. Aturan darurat ini akan segera melarang tindakan industrial apa pun selama 30 hari ke depan, sementara Komisi Hubungan Tenaga Kerja Nasional melakukan mediasi dan arbitrase.

Langkah ini merupakan tindakan luar biasa yang jarang sekali diambil, terutama bagi pemerintahan Korea Selatan saat ini yang dikenal ramah terhadap serikat pekerja. Di sisi lain, perwakilan pekerja memberikan sinyal positif terkait kelanjutan dialog penentuan upah tersebut.

Pihak serikat pekerja menyatakan bahwa mereka akan bernegosiasi dengan niat baik untuk mencapai kesepakatan dengan pihak manajemen.

Penyelesaian konflik ini menjadi sangat krusial mengingat skala bisnis perusahaan raksasa ini memegang kendali atas urat nadi perekonomian domestik. Kim menjabarkan bahwa Samsung menyumbang hingga 22,8% dari total ekspor Korea Selatan, menguasai 26% pasar saham domestik, mempekerjakan lebih dari 120.000 orang, serta bekerja sama secara aktif dengan 1.700 pemasok komponen.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |