Alasan Pramono Larang Rumah-Rusun Baru Dibangun Pemprov DKI Pakai Atap Seng

2 hours ago 2
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta rumah hingga rumah susun (rusun) baru yang dibangun Pemprov DKI Jakarta tidak lagi menggunakan atap seng sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ternyata ada alasan di balik Pramono melarang penggunaan seng.

"Saat ini, arahan ini masih berupa perintah internal dari Gubernur untuk pembangunan hunian baru milik Pemprov DKI Jakarta. Kebijakan operasional yang akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait, seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman," kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chico menceritakan alasan Pramono melarang penggunaan seng di rumah dan rusun baru yang dibangun Pemprov DKI. Dia menyebut seng akan mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan masyarakat serta keindahan kota.

"Gubernur Pramono menyatakan bahwa atap seng sudah tidak sesuai lagi untuk hunian yang dibangun oleh pemerintah, terutama di Jakarta yang ingin lebih tertata, aman, sehat, dan indah. Secara spesifik, seng dinilai mudah berkarat, membuat ruangan panas bagi penghuni, dan kurang mendukung citra kota yang resik serta estetis," ucapnya.

Dia menyebut genteng sebagai pengganti seng juga bisa membuat hunian lebih sejuk. Dia mengatakan penggunaan seng di Jakarta juga tidak terlalu dominan.

"Di Jakarta, penggunaan seng memang tidak terlalu dominan, jadi transisi ini diharapkan lebih mudah," ujar dia.

Sebelumnya, Pramono Anung menegaskan rusun baru yang dibangun Pemprov DKI Jakarta ke depan tidak boleh lagi menggunakan atap asbes maupun seng. Kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program 'gentengisasi'.

"Tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut Pramono, penggunaan atap seng dinilai sudah tidak sesuai lagi, terutama untuk hunian yang dibangun oleh pemerintah. Pramono menyebut kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada pembangunan rusun dan rumah baru milik Pemprov DKI.

"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi pakai seng," ujarnya.

(maa/haf)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |