Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Banjir Followers

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan memiliki akun centang biru berbayar di media sosial X. Akun premium itu terlihat dalam profil berbahasa Inggris yang memiliki pengikut sekitar 175 ribu akun.

Akun tersebut berlokasi di Iran. Akun milik Khamenei tercatatat baru dibuat pada bulan Maret ini.

Laporan CNBC Internasional mencatat akun digunakan untuk mengunggah terkait konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang terjadi beberapa waktu terakhir. Hingga kini akun tersebut masih aktif.

Kepemilikan akun premium ini terjadi setelah tanda centang biru dihapus dari akun lainnya yang berbahasa Persia.

Laporan ini terjadi saat nama Khamenei masuk dalam daftar sanksi OFAC Departemen Keuangan AS sejak 2019. Artinya warga dan entitas AS tidak diperbolehkan berurusan dengan orang yang masuk dalam daftar tersebut.

Kebijakan X juga tidak memperbolehkan membeli X Premium untuk mendapatkan centang biru, jika orang tersebut dilarang bertransaksi berdasakan sanksi ekonomi dan hukum perdagangan AS dan negara lain yang berlaku.

Sebagai informasi, centang biru bisa diberikan gratis oleh X. Ini dilakukan pada sejumlah figur, termasuk para pejabat pemerintah.

Opsi lainnya adalah berlangganan X Premium atau Premium X agar mendapatkan centang biru. Pengguna yang menjadi pelanggan akan mendapatkan sejumlah keuntungan, seperti menulis postingan dan video berdurasi lebih panjang, serta berbagi pendapatan iklan.

Sebelumnya pada 12 Februari 2026, Tech Transparency Project (TPP) melaporkan temuan akun X atas nama pejabat, lembaga, dan media yang dikelola pemerintah Iran memiliki centang biru. Dalam hal ini merujuk pada langganan layanan premium X.

TPP menyoroti X melanggar sanksi ekonomi AS, karena mendapatkan pendapatan dari individu dan kelompok asal Iran tersebut.

"Karena X mensyaratkan layanan berbayar mendapatkan layanan premium, kemungkinan besar perusahaan menerima pendapatan dari individu dan kelompok Iran, yang berpotensi melanggar sanksi ekonomi AS," ucap TPP.

SpaceX, perusahaan peluncuran roket dan teknologi antariksa milik Elon Musk, tak merespons permintaan komentar. SpaceX kini adalah pemilik perusahaan media sosial X dan perusahaan AI, xAI yang juga dipimpin oleh Musk.

Dalam pernyataan ke CNBC International, Departemen Keuangan AS menyatakan tuduhan pelanggaran oleh perusahaan Elon Musk akan direspons dengan serius.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |