Akhir Pelarian 'Bos Gendut' Bandar Narkoba di Kampung Bahari

1 week ago 15
Jakarta -

Pelarian 'Bos Gendut', seorang bandar yang mengendalikan peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara berakhir sudah. Pria bernama Muhammad Ridwan atau MR itu ditangkap di meja operasi sebuah klinik kecantikan saat hendak melakukan sedot lemak.

Muhammad Ridwan sebelumnya diburu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 2025. Dia disebut-sebut merupakan salah satu bandar besar narkoba di Kampung Bahari.

Sebelumnya, ia diburu atas kepemilikan 98 kilogram lebih sabu yang diungkap BNN pada 7 November 2025. Pengejaran BNN terhadap Muhammad Ridwan berbuah hasil setelah hampir satu tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Selasa, 12 Agustus 2026, petugas BNN melakukan surveilance dan menangkap 'Bos Gendut' di sebuah klinik kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Tak berhenti pada penangkapan 'Bos Gendut', petugas BNN yang di-back up oleh Satuan Brimob Polda Metro Jaya kemudian melakukan penggerebekan di rumahnya, di kawasan Kampung Bahari.

Namun, upaya penggeledahan di rumah 'Bos Gendut' yang dilakukan pada Kamis, 13 Agustus 2026 mendapatkan perlawanan dari loyalisnya. Dalam penggerebekan tersebut, dua orang loyalis 'Bos Gendut' turut diamankan.

Selain mengamankan ketiga tersangka, petugas BNN juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain tembakau Gorilla, senjata, hingga uang tunai miliaran rupiah, serta aset-aset senilai puluhan miliar. Berikut informasi selengkapnya yang dirangkum detikcom, Jumat (14/8/2026).

MR, bos narkoba Kampung Bahari ditangkap saat bersiap melakukan sedot lemak di klinik kecantikan di Jakbar, Kamis (13/8/2026).MR alias Bos Gendut, bandar narkoba Kampung Bahari ditangkap saat bersiap melakukan sedot lemak di klinik kecantikan di Jakbar, Kamis (13/8/2026). Foto: dok. Istimewa


'Bos Gendut' Ditangkap saat Sedot Lemak

Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dirdakjar) BNN, Rigjen Roy Hardy Nasution, mengatakan penggerebekan di Kampung Bahari berawal dari penangkapan MR yang merupakan salah satu bandar narkoba di Kampung Bahari. Petugas BNN di-back up oleh Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, pada Kamis (14/8) kemarin, setelah penangkapan terhadap MR.

MR sendiri ditangkap di sebuah klinik kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Dia ditangkap saat bersiap melakukan operasi sedot lemak.

"Pada saat kita menangkap MR tadi di beauty kecantikan atau salon kecantikan yang ada di Mangga Besar," kata Brigjen Roy Hardy Siahaan, dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Secara detail, Brigjen Roy menyampaikan MR ditangkap saat sedang melakukan perawatan di klinik kecantikan tersebut.

"Sedang perawatan sedot lemak di salah satu klinik," imbuhnya.

MR tak berkutik saat ditangkap petugas BNN. Dia terlihat pasrah ketika kedua tangannya diborgol pada saat berbaring di kursi perawatan klinik.

Perlawanan dari Loyalis Bos Narkoba

Setelah penangkapan tersebut, petugas BNN kemudian melakukan pengembangan. Hasil interogasi, dia mengaku masih menyimpan 1 kilogram sabu di rumahnya di kawasan Kampung Bahari.

Petugas BNN di-back up Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara kemudian melakukan penggerebekan ke Kampung Bahari. Namun, upaya tersebut mendapatkan perlawanan dari para loyalis bandar narkoba.

Dalam rekaman video yang diperoleh detikcom, terlihat personel BNN dan Brimob tengah berjaga-jaga. Mereka berseragam lengkap dengan rompi antipeluru dan helm.

Jaringan narkoba melawan dengan menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan. Petugas membalas dengan tembakan gas air mata.

Di sisi lain, petugas juga melakukan penjagaan di jalanan menuju Kampung Bahari. Sejumlah kendaraan yang hendak melintas diminta putar balik karena adanya perlawanan dari jaringan narkoba.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan upaya penindakan tersebut mendapatkan perlawanan dari para loyalis bandar narkoba berinisial MR. Penggerebekan dilakukan hari ini, Kamis (13/8/2026) sejak Subuh.

"Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan," kata Roy saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (13/8).

Petugas kemudian membawa MR ke Kampung Bahari untuk menunjukkan tempat dia menyimpan narkoba. Namun, saat petugas hendak masuk, para loyalis MR menyerang petugas.

"Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kita hadang dan antisipasi, kita pukul mundur mereka," tuturnya.

Aparat menyita narkotika jenis ganja hingga senjata api (senpi) dari penangkapan bandar narkoba berinisial MR di Kampung Bahari, Jakut. (dok Brimob PMJ)Foto: Petugas BNN di-back up Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara menggerebek Kampung Bahari, Kamis (13/8/2026). Upaya tersebut mendapat perlawanan dari loyalis bandar narkoba. (dok Brimob PMJ)

Barang Bukti Senpi hingga Ganja

BNN menyita narkotika jenis ganja hingga senjata api (senpi) dari penggerebekan terhadap bandar narkoba berinisial MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Selain ganja dan senpi, ada mobil mewah.

"Barang bukti narkotika jenis ganja atau gorila yang ada di sebelah kiri. Kemudian barang bukti uang, kemudian senjata api, ada samurai, ada beberapa peluru, ada handphone, ada aset-aset lain, termasuk di depan rekan-rekan ada mobil 2," kata Brigjen Roy Hardy Siahaan saat konferensi pers di Kantor BNN Jakarta Utara, Kamis (13/8).

Barang bukti tersebut dipamerkan saat konferensi pers. Mobil mewah berupa BMW dan satu unit Vespa turut dipajang.

"Yang satu BMW pada saat kita menangkap MR tadi di beauty kecantikan atau salon kecantikan yang ada di Mangga Besar. Sedangkan yang dua lagi kita amankan berada di sekitar TKP dengan barang bukti yang ada salah satunya adalah Vespa dan mobil," ujarnya.

Sosok 'Bos Gendut' Bandar Besar Narkoba

MR merupakan buronan BNN yang diburu sejak 7 November 2025 atas kepemilikan 98 kilogram sabu. Dia disebut-sebut sebagai bandar besar narkotika di Kampung Bahari.

"Kalau kita mau bicara jaringan yang MR, ini jaringannya di antarprovinsi," imbuh Roy.

Roy mengatakan pihaknya masih memburu pelaku lain dalam jaringan Bos Gendut. Para pelaku yang masih buron ini diduga membawa narkoba dari provinsi lain ke daerah Kampung Bahari.

"Karena ada beberapa pelaku yang membawa barang ke Kampung Bahari berasal dari provinsi lain dan lagi kita kejar, kita kembangkan terus terkait beberapa pelaku lain yang bersama-sama terindikasi bersama tersangka MR," ujarnya.

Petugas BNN dan polisi menggerebek bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakut. Uang miliaran dan aset Rp 39 M disita.(dok BNN)Foto: Petugas BNN dan polisi menggerebek bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakut. Uang miliaran dan aset Rp 39 M disita.(dok BNN)


Dua Loyalis 'Bos Gendut' Ikut Ditangkap

Dalam penggerebekan di Kampung Bahari, BNN turut mengamankan dua orang loyalis 'Bos Gendut'. Keduanya diamankan karena melakukan perlawanan kepada petugas saat penggerebekan berlangsung.

Terkait dua loyalis yang juga ditangkap saat penggerebekan, Roy mengatakan masih dalam pemeriksaan. BNN masih mendalami keterkaitan keduanya dengan Bos Gendut.

"Sejauh ini kita akan lagi periksa. Karena berdasarkan di TKP pada saat kita lakukan operasi sehingga pada saat periksa, kita proses sidik nanti akan kita sampaikan terkait hubungan Bos Gendut atau MR," ucapnya.


Aset Puluhan Miliar 'Bos Gendut' Disita

BNN menyita uang miliaran rupiah dari bandar narkoba berinisial MR yang digerebek di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut). Uang yang disita merupakan bagian dari pengembangan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus tersebut.

"Dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan, Bos Gendut atau MR tersebut kita sudah mengembangkan TPPU-nya yang sudah berhasil kita sita, ada uang cash sebesar Rp 1,277 miliar," terang Roy.

Selain uang, ada sejumlah aset yang disita. Adapun nilai aset yang disita sebesar Rp 39,950 miliar.

"Kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp 39,950 miliar," ujarnya.

Aparat menyita narkotika jenis ganja hingga senjata api (senpi) dari penangkapan bandar narkoba berinisial MR di Kampung Bahari, Jakut. (dok Brimob PMJ)Foto: BNN menyita narkotika jenis ganja hingga senjata api (senpi) dari penangkapan bandar narkoba berinisial MR di Kampung Bahari, Jakut. (dok Istimewa)

Beli Senjata untuk Perlawanan

Roy mengatakan pihaknya juga sudah menggeledah rumah dari Bos Gendut dan bandar besar lainnya.

"Selain penggeledahan di rumah Bos Gendut tim juga melakukan penggeledahan ke rumah bandar besar Kampung Bahari, yaitu Arif alias Lopes dan Kimmul. Berdasarkan informasinya, mereka semua memiliki senjata api," kata Roy.

"Jadi tadi pagi itu adalah kegiatan penggeledahan rumah Bos Gendut karena berdasarkan keterangan Bos G di rumahnya masih ada narkoba jenis sabu 1 kilogram, ekstasi, vape, uang tunai, dan senjata Glock," imbuhnya.

Roy mengatakan para bandar besar di Kampung Bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata ilegal untuk melawannya petugas. Mereka juga mengondisikan loyalis untuk melawan aparat.

"Para bandar besar di Kampung Bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata senjata secara ilegal untuk melawan petugas," ujarnya.

(mea/mea)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |