Airlangga: Pasar Modal Untuk Masa Depan, Untuk Gen Z!

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mendorong penguatan pasar modal Indonesia agar semakin relevan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hal ini sejalan dengan upaya memperdalam basis investor domestik sekaligus meningkatkan ketahanan pasar keuangan nasional.

"Kami berharap bahwa pasar modal tidak hanya dibangun untuk hari ini, tetapi dibangun untuk masa depan, terutama untuk Gen Z," pungkas Airlangga dalam paparannya di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (27/4/2026).

Ia turut mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama memanfaatkan momentum tersebut guna memperkuat struktur pasar keuangan nasional. Airlangga mengaku optimistis karena berbagai poin penting terkait penguatan pasar modal telah disampaikan sebelumnya dalam forum tersebut.

Selain itu, Airlangga mengapresiasi perkembangan industri reksa dana yang dinilai mampu memperdalam pasar modal Indonesia. Ia menekankan tingginya partisipasi investor muda, yang disebut telah mencapai lebih dari 90% atau sekitar 24 juta investor, sebagai penopang penting stabilitas pasar.

"Anak muda yang investasi itu sudah lebih 90% dan itu 24 juta. Jadi mudah-mudahan ini menjadi buffer untuk shock absorber di pasar modal kita," tuturnya.

Menurut data KSEI, investor pasar modal tumbuh hampir dua kali lipat di tahun 2025 dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 2.703.578 investor.

Pertumbuhan investor sepanjang 2025 masih didominasi oleh laki-laki sebesar 66,35%. Berdasarkan profesi, pegawai menjadi kontributor terbesar dengan porsi 66,20%, disusul oleh investor dengan latar belakang pendidikan lulusan SMA/sederajat sebesar 15,15%.

Sementara itu, kelompok usia muda memegang peranan penting dalam ekspansi basis investor. Tercatat 52,59% investor baru berusia di bawah 30 tahun, mencerminkan tingginya partisipasi generasi muda dalam pasar modal.

Dari sisi penghasilan, mayoritas investor berada pada rentang Rp10 juta hingga Rp100 juta per bulan, dengan porsi mencapai 57,29%.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |