AHY dan Mentrans Lari di CFD Bundaran HI, Ajak Warga Ikut Ekspedisi Patriot

1 hour ago 3

Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lari pagi di CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat bersama Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. AHY dan Iftitah turut menyosialisasi program Transmigrasi Patriot 2026.

"Pagi ini berlokasi di sekitar Bundaran HI, sambil menikmati Car Free Day tadi kita berlari bersama para patriot yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi. Bersama Menteri Transmigrasi tentunya, Bapak Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Bapak Afriansyah Noor dan tadi bersama ratusan sekali lagi pada patriot," ujar AHY kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (17/05/2026).

AHY menyebut program Transmigrasi Patriot sebagai program yang bisa memberikan masukan untuk pemerintah. AHY mengatakan turun langsung ke daerah bukanlah tugas mudah.

Peran mahasiswa saat melakukan penelitian di lapangan dinilai mampu memberikan pandangan ke pemerintah untuk mengembangkan sejumlah kawasan di daerah.

"Karena kita tahu banyak daerah yang juga membutuhkan atensi negara termasuk dari sisi infrastrukturnya dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan karena sejatinya Kementerian Transmigrasi ini sebagai instrumen negara untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah," katanya.

Mentrans Iftitah Sulaiman menambahkan program ini dilaksanakan 1.458 peneliti di 53 kawasan transmigrasi. Dia menyebut program ini difokuskan di kawasan Indonesia Timur dan sejumlah kawasan di Indonesia Barat.

"Beberapa bagian di Indonesia Barat itu adalah terkait dengan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Jadi kami berdasarkan hasil penelitian tersebut kami meyakini bahwa itu akan menjadi satu sumber ekonomi yang baru," kata Iftitah.

Iftitah menyebut salah satu fokus dari program Transmigrasi Patriot adalah pengentasan kemiskinan. Hal tersebut meliputi pengadaan air bersih, jalan, hingga jembatan.

"Kami juga melakukan efisiensi anggaran di mana yang tadinya hanya untuk penelitian, sekarang ini kami juga berikan semacam budget untuk melakukan pengabdian masyarakatnya. Misalkan ada sarana air bersih yang belum terbangun, kita lakukan pengadaan sarana air bersih, jalan dan jembatan," katanya.

Iftitah berharap adanya program ini dapat menghasilkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Dia mencontohkan durian yang berada di Sulawesi Selatan akhirnya dapat dijual ke China karena adanya hasil penelitian dari kegiatan tersebut.

"Bukti nyata adalah Sulawesi Selatan yang dulunya hanya kuta kawasan transmigrasi menanam durian, tetapi berkat adanya kegiatan Transmigrasi Patriot kita berhasil mengkonekan antara kawasan transmigrasi dengan pasarnya, yakni di Tiongkok. Jadi durian yang dulu dinikmati hanya lokal, sekarang kita ekspor sehingga banyaknya suplai yang tersedia seimbang dengan demand yang meningkat, kesejahteraan petani pun meningkat 5 sampai 6 kali lipat," imbuhnya.

Tonton juga Video: Jokowi Sepedaan di CFD HI, Warga Antusias Minta Foto

(idn/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |