Ada Kabar Baik untuk Petani Padi dan Jagung dari Mentan Amran, Apa Itu?

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menyampaikan kabar menggembirakan untuk para petani padi dan jagung di seluruh Indonesia. Ia mengatakan, pemerintah telah menyepakati anggaran untuk Bulog menyerap padi petani tahun ini sebesar Rp39,1 triliun.

Amran mengatakan, keputusan itu telah disepakati dan bahkan telah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia menuturkan, saat ini hanya tinggal menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) maupun Rapat Terbatas (Ratas), supaya Bulog bisa segera merealisasikan serapan padi dan jagung senilai Rp39,1 triliun.

"Panen raya jagung dengan padi, kita sudah putuskan, tinggal menunggu Inpres di Rakortas maupun Ratas. Dan bahkan arahan Bapak Presiden, anggaran Rp39,1 triliun, itu sudah disetujui. Jadi ini kabar baik untuk petani padi jagung seluruh Indonesia," kata Amran dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (3/2/2026)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya mendapat target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri pada 2026. Adapun hingga awal Februari, dilaporkan realisasi serapan masih berada di tahap awal seiring masuknya musim tanam dan panen di sejumlah sentra produksi.

Seorang petani mengamati padi yang mengalami kekeringan di Desa Kramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (9/8/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Seorang petani mengamati padi yang mengalami kekeringan di Desa Kramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (9/8/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seorang petani mengamati padi yang mengalami kekeringan di Desa Kramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, (9/8/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Rizal mengatakan, target pengadaan tersebut telah ditetapkan pemerintah dalam Rakortas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan menjadi acuan utama strategi operasi Bulog sepanjang tahun ini.

"Sehubungan dengan masuknya musim tanam dan panen tahun 2026, Perum bulog telah menyelaraskan strategi operasi sesuai dengan mandat dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Bidang Pangan, yang menetapkan target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras yang berasal dari gabah kering panen (GKP) dengan catatan any quality yang memasuki usia panen," ujar Rizal.

Ia menjelaskan, hingga 2 Februari 2026 realisasi pengadaan dalam negeri masih relatif terbatas dibandingkan target tahunan. Namun, serapan tersebut akan terus ditingkatkan seiring meluasnya panen di berbagai daerah.

"Sebagai wujud komitmen tersebut, per tanggal 2 Februari 2026 realisasi pengadaan dalam negeri mencapai 112.032 ton setara beras, yang bersumber dari penyerapan gabah kering panen sebesar 200.889 ton, serta beras petani sebesar 9.277 ton," katanya.

Untuk mengejar target pengadaan 4 juta ton setara beras, Bulog mengakselerasi penyerapan melalui berbagai langkah di lapangan, termasuk penguatan tim jemput pangan dan sinergi lintas instansi. 

"Dalam mengakselerasi target tersebut, kami mengoptimalkan tim jemput pangan untuk komoditas gabah kering panen dan jemput pipil kering, langsung sinergi dengan TNI/Polri dan petugas penyuluh pertanian, untuk memastikan serapan GKP any quality telah memasuki usia panen, serta untuk melakukan inspeksi awal terhadap jagung yang diinformasikan ketersediaan oleh petani maupun poktan dan gapoktan," pungkas dia.

Sementara itu, untuk jagung Bulog menargetkan penyerapan hingga 1 juta ton pada tahun ini. Adapun anggaran diperkirakan mencapai Rp 5,5 triliun.

(wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |