99 Ekonom Siap Kupas Potensi Ekonomi Syariah Sebagai Motor Pertumbuhan

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2025, perekonomian Indonesia berada pada fase penuh tantangan dan ketidakpastian. Tekanan eksternal akibat ketegangan geopolitik global, disrupsi rantai pasok, serta fluktuasi harga energi dan pangan berdampak pada stabilitas makro ekonomi nasional.

Dari sisi domestik, perlambatan aktivitas manufaktur, pelemahan daya beli, serta masih rendahnya penyerapan tenaga kerja menjadi faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi, yang pada triwulan I 2025 tercatat sekitar 4,87%, di bawah target pemerintah.

Pemerintah pun menegaskan ambisi pertumbuhan ekonomi hingga 8% sebagai visi jangka menengah. Namun untuk mencapainya, dibutuhkan akselerasi sumber pertumbuhan baru yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Salah satu motor penggerak potensial adalah ekonomi dan keuangan syariah, yang terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia kini menempati posisi tiga besar dunia dalam ekosistem ekonomi syariah, dengan pangsa aset keuangan syariah nasional mencapai lebih dari 11%.

Potensi besar ini belum sepenuhnya teraktualisasi. Pangsa pasar keuangan syariah masih relatif kecil dibanding total industri keuangan nasional, sementara rantai nilai industri halal, dana sosial umat, serta layanan haji dan umroh masih menghadapi berbagai kendala struktural dan tata kelola.

Melihat hal itu, Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF akan menyelenggarakan Sarasehan 99 Ekonom Syariah : Sharia Investment Forum 2026 pada, Selasa 24 Februari 2026, dengan mengangkat tema besar "Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional".

Acara ini nantinya akan dibuka langsung oleh Kepala CSED INDEF, Prof. Nur Hidayah serta Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti dan dilanjutkan penyampaian Keynote Speech dari Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 sekaligus Ketua Penasihat CSED INDEF, KH. Ma'ruf Amin.

Kemudian acara akan dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan menghadirkan para Regulator terkait dan pelaku industri untuk membahas isu yang telah disiapkan seperti Ekonomi Syariah, Industri Halal, Dana Sosial Umat dan Ekosistem Haji-Umroh yang dipandu langsung oleh Senior Econom INDEF, Aviliani sebagai moderator.

Acara yang didukung oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan lembaga keuangan syariah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Dengan begitu, ada rekomendasi dan strategi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkeadilan sesuai nilai-nilai syariah.

Jangan lupa, saksikan Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia yang akan disiarkan secara Live di TV, Web, dan Social Media CNBC Indonesia!

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |