Amalia Zahira, CNBC Indonesia
23 February 2026 17:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga periode dengan intensitas ekonomi yang meningkat signifikan. Dalam struktur ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB).
Sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri, pola belanja masyarakat mengalami akselerasi musiman yang menciptakan peluang di berbagai sektor.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat bahwa belanja masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2025 mencapai Rp248,1 triliun. Nilai tersebut mencerminkan besarnya daya dorong konsumsi domestik dalam periode musiman yang relatif singkat, sekitar 30 hingga 40 hari.
Berikut beberapa sektor bisnis sepanjang bulan ramadhan.
1. Makanan dan minuman
Sektor makanan dan minuman menjadi yang paling terdorong sepanjang Ramadhan. Permintaan takjil, makanan siap saji, catering buka puasa, hingga bahan pangan pokok meningkat signifikan seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.
Lonjakan ini tidak hanya menguntungkan pelaku ritel, tetapi juga distributor, pemasok bahan baku, hingga jasa logistik. Model pre-order dan optimalisasi perdagangan digital menjadi strategi efektif untuk menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan volume penjualan.
2. Fashion muslim
Pembelian busana baru, sarimbit keluarga, hijab, serta produk modest wear mendorong perputaran transaksi baik di gerai fisik maupun platform daring. Momen ini dimanfaatkan pelaku usaha melalui kampanye tematik Ramadhan dan siaran langsung penjualan untuk mempercepat konversi pembelian.
3. Transportasi
Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran memberikan dampak positif bagi sektor transportasi dan pariwisata domestik. Permintaan tiket perjalanan, sewa kendaraan, hingga akomodasi meningkat seiring arus mudik dan libur panjang.
4. Kecantikan
Sektor kecantikan juga menunjukkan peningkatan permintaan selama Ramadan, terutama menjelang Idul Fitri. Produk skincare, kosmetik, hingga perawatan tubuh mengalami kenaikan penjualan seiring meningkatnya kebutuhan tampil prima saat momen silaturahmi. Kampanye promosi bertema Ramadhan serta strategi bundling produk menjadi pendorong utama transaksi, khususnya melalui kanal perdagangan digital dan siaran langsung.
5. Furniture
Sektor furnitur juga berpotensi mencatat peningkatan permintaan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Tradisi mempercantik rumah untuk menyambut tamu saat Lebaran mendorong pembelian sofa, meja tamu, lemari, hingga dekorasi interior. Selain pembelian baru, sebagian konsumen juga melakukan renovasi ringan atau pembaruan tata ruang. Momentum ini membuka peluang bagi produsen furniture, pelaku usaha home décor, hingga jasa interior dan perbaikan rumah.
6. Gadget dan Elektronik
Lonjakan permintaan gadget dan elektronik di Indonesia didorong oleh satu faktor paling fundamental THR. Selain itu, agresivitas promosi dari retailer dan platform e-commerce juga mendorong permintaan gadget dan barang elektronik.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(mae/mae)
Addsource on Google


















































