Jakarta -
Nuzulul Qur'an merupakan salah satu malam istimewa yang ada di bulan Ramadan. Malam Nuzulul Qur'an bertepatan pada malam 17 Ramadan setiap tahunnya.
Nuzulul Qur'an adalah peristiwa diturunkannya kitab suci Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Pada malam Nuzulul Qur'an, ada beberapa amalan yang dianjurkan bagi umat muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari situs Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut informasinya.
1. Memperbanyak Baca Al-Qur'an
Pada malam Nuzulul Qur'an (peristiwa turunnya Al-Qur'an), umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an karena amalan tersebut dianjurkan pada bulan Ramadan. Banyak orang berlomba-lomba untuk mengkhatamkan bacaan Al-Qur'an.
Hal ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan membaca Al-Qur'an yang diriwayatkan oleh Nu'man Ibnu Basyir, sebegai berikut :
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Selain itu, di dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Qur'an, malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Qur'an.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Alquran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.
2. Memperbanyak Zikir
Memperbanyak zikir pada malam Nuzulul Qur'an tentu merupakan hal yang sangat mulia. Seperti keutamaan berzikir yang dijelaskan dalam QS Al Ankabut ayat 45:
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: "Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
3. Melakukan Salat Malam
Salat malam adalah salat yang sangat mulia setelah salat maktubah (salat lima waktu). Orang yang melakukan salat malam juga disebutkan sebagai tanda kemuliaan bagi orang yang beriman, sebagaimana hadist Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath:
جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Artinya, "Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata (kepada beliau): "Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat", Lalu dia berkata lagi: "Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath).
4. Melakukan I'tikaf
Sebagai upaya untuk mendapatkan kemuliaan malam Nuzulul Qur'an, umat muslim juga dapat melakukan i'tikaf di masjid. Dalam kegiatan i'tikaf tersebut, dapat melakukan beberapa amalan yang telah disebutkan di atas.
Berikut niat i'tikaf:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya, "Aku berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah."
(kny/imk)


















































