10 Perusahaan Terbesar di Asia: Siapa Berani Lawan Raksasa China?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia -  Perusahaan terbesar di Asia ternyata banyak dikuasai dari sektor teknologi, utamanya datang dari China.

Peta kekuatan Asia telah berubah signifikan dari yang dulunya banyak sumber daya alam dan perbankan tradisional menuju kedaulatan teknologi mutakhir, terutama AI.

Berikut daftarnya yang kami kumpulkan sampai 24 Maret 2026:

1. TSMC, Raja Chip Global

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC bukan sekadar perusahaan semikonduktor biasa. Ia adalah "jantung" dari hampir seluruh perangkat teknologi modern di dunia, mulai dari smartphone hingga infrastruktur AI.

TSMC kini menjadi perusahaan paling bernilai di Asia dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,783 triliun atau setara Rp30,26 kuadriliun.

Perusahaan ini memegang peran sangat vital dalam rantai pasok teknologi global karena menjadi produsen chip utama bagi raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, hingga AMD.

Lonjakan permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI) membuat posisi TSMC semakin dominan di industri semikonduktor dunia.

2. Sang Raksasa Energi, Saudi Aramco

Di posisi kedua ada raksasa energi milik pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco, dengan valuasi sekitar US$1,718 triliun atau sekitar Rp29,16 kuadriliun.

Meskipun dunia mulai bergerak menuju energi terbarukan, biaya produksi minyak Aramco yang sangat rendah membuat perusahaan ini tetap sangat kompetitif.

Selain itu, Aramco juga terus melakukan diversifikasi besar-besaran ke sektor petrokimia untuk mempertahankan dominasinya dalam jangka panjang.

3. Samsung Electronics

Berikutnya ada raksasa teknologi asal Korea Selatan ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$848,20 miliar atau sekitar Rp14,40 kuadriliun.

Samsung memiliki bisnis yang sangat luas mulai dari smartphone, televisi, hingga semikonduktor. Perusahaan ini juga menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan memori untuk pusat data dan AI.

4. Ekosistem Digital China, Tencent Holdings

Sebagai pemilik platform WeChat dan salah satu pemain terbesar di industri game global, Tencent tetap menjadi penguasa ekonomi digital di China, dengan valuasi sekitar US$594,71 miliar atau sekitar Rp10,09 kuadriliun.

Setelah sempat tertekan oleh regulasi ketat pemerintah China beberapa tahun terakhir, Tencent berhasil bangkit kembali berkat efisiensi biaya serta integrasi teknologi AI di dalam berbagai layanan digitalnya.

5. Kuda Hitam AI, SK Hynix

SK Hynix dari Korea Selatan menjadi salah satu perusahaan dengan kenaikan valuasi paling cepat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini unggul dalam teknologi High Bandwidth Memory (HBM) yang menjadi komponen penting bagi superkomputer dan chip AI modern.

Produsen semikonduktor asal Korea Selatan ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$455,27 miliar atau sekitar Rp7,73 kuadriliun.

6. Industrial and Commercial Bank of China (ICBC)

ICBC tetap menjadi bank terbesar di Asia dengan nilai pasar sekitar US$371,65 miliar atau setara Rp6,31 kuadriliun.

Bank ini memiliki aset yang sangat besar dan menjadi salah satu fondasi utama sistem keuangan China.

7. China Construction Bank

Bank milik negara China ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$353,61 miliar atau sekitar Rp6,00 kuadriliun.

Perannya sangat penting dalam pembiayaan proyek infrastruktur serta pembangunan ekonomi di China.

8. Agricultural Bank of China

Dengan valuasi sekitar US$329,93 miliar atau sekitar Rp5,60 kuadriliun, bank ini menjadi salah satu pilar sistem keuangan China, terutama dalam pembiayaan sektor agrikultur dan pembangunan daerah.

9. Alibaba Group

Raksasa e-commerce China ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$297,54 miliar atau sekitar Rp5,05 kuadriliun.

Alibaba tetap menjadi pemain utama dalam perdagangan digital dan layanan cloud di Asia, meskipun kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari berbagai platform e-commerce baru di China.

10. Legenda Manufaktur, Toyota Motor Corporation

Toyota menjadi satu-satunya wakil Jepang dalam daftar ini dengan valuasi sekitar US$273,89 miliar atau sekitar Rp4,65 kuadriliun.

Di tengah persaingan kendaraan listrik global yang semakin ketat, Toyota masih mampu mempertahankan posisinya berkat strategi kendaraan hybrid serta reputasi global dalam kualitas produksi.

Kesimpulannya, jika dilihat dari komposisinya, setengah dari daftar perusahaan terbesar di Asia berasal dari sektor teknologi seperti TSMC, Samsung, Tencent, SK Hynix, dan Alibaba.

Hal ini menunjukkan perubahan besar dalam peta kekuatan ekonomi kawasan. Jika sebelumnya kekayaan Asia identik dengan minyak dan perbankan, kini pusat kekuatan baru justru berada pada semikonduktor, kecerdasan buatan, dan platform digital.

Dengan kata lain, pada era sekarang kekuatan ekonomi tidak lagi ditentukan oleh seberapa banyak minyak yang dimiliki atau seberapa besar gedung banknya, tetapi oleh seberapa canggih chip dan algoritma yang mampu mereka ciptakan.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |