Kepala sekolah salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melakukan child grooming. Siswi yang kurang mendapat perhatian ayah atau fatherless disebut menjadi sasaran.
Sebagai informasi, Komnas perempuan menyebut child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.
Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memposisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.
Pelaku Lakukan Pendekatan Tertentu
Dugaan manipulasi psikologis ke anak atau child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta itu viral di media sosial. Pihak sekolah juga sudah buka suara terkait hal tersebut.
Dalam unggahan viral sejumlah akun anonim, mengungkap bahwa kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan ke siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.
Kepsek Dinonaktifkan
Kepala sekolah tersebut kini telah dinonaktifkan dari jabatan. Pihak sekolah juga tengah melakukan investigasi.
"Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis Instagram @letrispamulangofficial seperti dilihat, Jumat (15/5/2026).
Yayasan kemudian membentuk tim untuk mendalami fakta. Pihak sekolah berkomitmen menyelesaikan persoalan secara adil dan sesuai aturan hukum.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar, tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," ucapnya.
(dek/dek)


















































