Video: Alasan Pemerintah Nilai Posisi Rupiah Masih "Undervalued"

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia- Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fithra Faisal optimistis terhadap langkah pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah gejolak global yang tercermin dari capaian ekonomi kuartal I-2026 yang berhasil mencapai 5,61% (yoy).

Sementara terkait tekanan mata uang Rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.400 per Dolar AS tidak ekstrem dengan volalitas yang terjaga sehingga tidak mengganggu perekonomian, berbeda dengan kondisi Rupiah pada krisis 1998 yang merosot tajam dari posisi Rp 5.000 ke Rp 16.800 per Dolar AS.

Saat ini Rupiah dinilai masih "Undervalued" dengan posisi seharusnya di Rp 16.700 per Dolar AS dimana tekanan Rupiah disebabkan disparitas SBN dengan US Treasury hingga kondisi geopolitik serta faktor seasonal efek musim haji dan pembagian dividen.

Seperti apa pemerintah melihat posisi Rupiah? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fithra Faisal dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 06/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |