Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump membawa segerombolan pengusaha raksasa teknologi dan penerbangan untuk ikut rombongannya ke Beijing, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping.
Dalam laporan awal Reurters, nama-nama yang ikut rombongan itu antara lain CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, CEO Aerospace Larry Culp, dan CEO Boeing Kelly Ortberg.
Dilaporkan bahwa CEO Nvidia, Jensen Huang, tak turut serta dalam daftar rombongan Trump. Hal ini langsung mendapat sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, Nvidia merupakan raksasa chip yang sangat terdampak oleh ketegangan dagang antara AS dan China.
Menyusul kehebohan itu, Trump dilaporkan menelepon langsung Huang dan secara pribadi meminta pengusaha kaya raya berharta US$ 190,6 miliar (Rp 3.329 triliun) itu untuk bergabung dalam delegasi AS ke China, menurut sumber dalam kepada CNBC International, dikutip Rabu (13/5/2026).
Sumber itu mengatakan Huang langsung terbang ke Alaska untuk berangkat dengan Air Force One.
Trump membawa puluhan petinggi perusahaan kawakan AS ke Beijing untuk melangsungkan pertemuan dengan Xi Jinping pada 13-15 Mei 2026.
"Jensen [Huang] hadir dalam pertemuan tersebut atas undangan Presiden Trump untuk tujuan AS dan pemerintah," kata seorang juru bicara Nvidia dalam pernyataannya.
Gedung Putih tidak segera merespons permintaan komentar.
Dalam unggahan media sosial, Trump mengonfirmasi bahwa Huang berada di dalam pesawat Air Force One dan membantah bahwa bos Nvidia itu tidak diundang, seperti yang dilaporkan oleh media termasuk CNBC International. Ia menambahkan bahwa membuka China untuk bisnis AS akan menjadi "permintaan pertamanya" kepada Xi.
"Saya akan meminta Presiden Xi, seorang pemimpin dengan reputasi luar biasa, untuk 'membuka' China agar orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kehebatan mereka, dan membantu membawa Republik Rakyat China ke tingkat yang lebih tinggi lagi!" kata Trump, merujuk pada delegasi perwakilan bisnis AS yang lebih luas.
Chip tercanggih Nvidia, yang banyak digunakan untuk melatih model AI, telah menghadapi pembatasan penjualan yang lebih ketat dari AS di China selama empat tahun terakhir. Perusahaan tersebut mengatakan pada Februari lalu bahwa versi chip yang disetujui pemerintah AS belum diizinkan masuk ke China.
China telah berupaya membangun chipnya sendiri, dan menciptakan model AI seperti DeepSeek yang tidak bergantung pada Nvidia. Sebuah artikel awal bulan ini di jurnal resmi Partai Komunis China yang berkuasa mencatat bahwa perusahaan lokal harus memperlambat pengembangan mereka karena pembatasan chip AS, sambil menyoroti dominasi Nvidia di pasar unit pemrosesan grafis global.
(fab/fab)
Addsource on Google

















































