Trump "Ditusuk" dari Dalam AS, New York Mulai Melawan

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur New York Kathy Hochul memerintahkan agen imigrasi federal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di wilayahnya untuk tidak mengenakan masker saat menjalankan operasi. Kebijakan ini diperkirakan bakal memicu benturan baru dengan pemerintahan Presiden Donald Trump yang tengah menggencarkan deportasi massal imigran.

Instruksi tersebut diumumkan Hochul pada Kamis waktu setempat. Ia menilai penggunaan masker oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) selama operasi hanya menjadi alat intimidasi terhadap masyarakat.

"Bagi ICE, mengenakan masker tanpa alasan yang baik tidak lain adalah taktik intimidasi, upaya pengecut untuk menghindari tanggung jawab," kata Hochul, seperti dikutip AFP, Jumat (8/5/2026).

Sejak Trump kembali mendorong kampanye deportasi besar-besaran, agen ICE diketahui kerap menutupi wajah mereka saat melakukan penangkapan. Pemerintah federal beralasan masker digunakan untuk mencegah identifikasi petugas dan melindungi mereka dari ancaman di luar jam kerja.

Namun, praktik tersebut menuai kontroversi setelah sejumlah operasi ICE di berbagai kota AS viral di media sosial. Rekaman memperlihatkan petugas bersenjata lengkap dan bertopeng melakukan penindakan terhadap warga negara maupun non-warga negara.

Sorotan publik makin tajam setelah dua warga Amerika dilaporkan tewas ditembak petugas ICE di Minneapolis awal tahun ini.

Selain melarang penggunaan masker, Hochul juga membatasi ruang gerak ICE di New York. Ia menegaskan agen federal tidak lagi diperbolehkan memasuki sekolah, perpustakaan, pusat komunitas, tempat pemungutan suara, dan lokasi sensitif lainnya tanpa surat perintah pengadilan.

Pemerintah negara bagian juga melarang kepolisian lokal bekerja sama dengan operasi ICE yang dilakukan semata-mata atas dasar pelanggaran imigrasi.

"Petugas kami, yang dibayar dengan uang pajak lokal, dipekerjakan untuk melindungi komunitas mereka. Mereka tidak ada di sana untuk menjalankan perintah pemerintah federal," ujar Hochul.

Langkah New York ini diperkirakan akan menghadapi tantangan hukum dari pemerintahan Trump. Sebelumnya, aturan serupa yang disahkan legislatif California sempat diblokir pengadilan distrik dan kemudian kembali dimentahkan di tingkat banding.

Sementara itu, penasihat imigrasi Trump, Tom Homan, memperingatkan pemerintah daerah yang menolak bekerja sama dengan ICE akan menghadapi respons keras dari pemerintah federal.

"Apa yang akan terjadi dengan tempat-tempat seperti New York, dan jika orang-orang mengesahkan undang-undang yang tidak masuk akal untuk tidak bekerja sama dengan kami, kami akan membanjiri wilayah tersebut," kata Homan.

(tfa/sef/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |