Sempat Ambruk 2,47%, IHSG Pangkas Koreksi dan Ditutup Turun 0,58%

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi pada akhir perdagangan hari ini, Senin (12/1/2025). IHSG ditutup turun 52 poin atau terkoreksi 0,58% ke 8.884,72. Sebelumnya pada perdagangan sesi kedua tepatnya pukul 14.20 WIB IHSG mendadak ambruk 2,47%, namun beberapa menit setelahnya mampu memangkas koreksi signifikan hingga kurang dari 1%.

Pada akhir perdagangan hari ini sebanyak 279 saham turun, 435 naik, dan 97 tidak bergerak. Nilai transaksi tergolong sangat ramai atau mencapai Rp 40,10 triliun, melibatkan 74,41 miliar saham dalam 5,07 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan berada di zona merah dengan pelemahan terbesar dicatatkan oleh sektor infrastruktur dan barang baku. Hanya sektor industri dan kesehatan yang menguat hari ini.

Saham konglomerat menjadi beban utama kinerja IHSG hari ini, dengan kontribusi terbesar dibukukan oleh dua emiten milik Prajogo Pangestu yakni BREN dan BRPT. Keduanya menyumbang total pelemahan 33 indeks poin.

Kemudian ada juga saham AMMN dan BUMI yang ikut mengerek IHSG turun.\

Sejumlah analis pun buka suara terkait ambruknya IHSG secara tiba-tiba. Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan koreksi dalam hari ini terjadi karena adanya aksi profit taking di saham-saham energi.

"Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2%, dimana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan. Dan saat ini nampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif," ungkap Herditya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (12/1/2025).

Sementara itu, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengaitkan koreksi dalam ini dengan gejolak geopolitik global.

"Hemat saya berkaitan dengan dinamika geopolitik. Terus, terdapat aksi profit taking saham energi turut merupakan indikasi sebagai salah satu penyebab terkoreksinya IHSG," terang Nafan.

Meski sempat terkoreksi dalam, analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan bahwa ini adalah koreksi wajar.

"Saya melihat hanya koreksi yang wajar, aksi profit taking dari kenaikan yang cukup besar belakangan ini. Adapun terpantau sentimen risk off terbatas dari kekuatiran perkembangan di Iran dan langkah investigasi terhadap Powell oleh Kemenkum AS," jelas Lukman.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |