Polda Metro Jaya akan melimpahkan tersangka tiga kasus dugaan korupsi Don Ritto kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) besok. Barang bukti hasil sitaan berupa uang miliaran dan emas juga akan dilimpahkan.
Tiga kasus dugaan korupsi itu terkait batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel. Tiga kasus tersebut sebelumnya ditangani oleh Kortas Tipikor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, tapi kemudian dilimpahkan ke Kejagung.
"DR akan dilimpahkan Jumat. Bersama barang bukti uang dan emas yang sudah kami sita (dilimpahkannya)," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, saat dihubungi Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi Sita Uang Miliaran dan Emas
Sebelumnya, saat penggeledahan pada Rabu (8/7), polisi menyita sejumlah barang bukti di kafe de'Clan Cipete. Polisi menyita uang SGD 3.130.000 dalam bentuk SGD 100, USD 889.965, hingga Rp 259.159.000. Polisi kemudian mengonversi seluruh uang tunai tersebut dalam bentuk rupiah, total Rp 60 miliar.
Sementara hasil penggeledahan di money changer Cipete polisi menyita 16 uang asing, dikonversi ke rupiah total sekitar Rp 7,2 miliar.
Seperti diketahui, ada 12 lokasi yang digeledah di sejumlah wilayah Jakarta dan Bogor terkait 3 kasus korupsi tersebut. Dari hasil penggeledahan ditemukan puluhan kilogram emas batangan dan sejumlah mata uang asing.
Berikut daftar barang bukti yang diamankan polisi dari 12 lokasi penggeledahan:
Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul
1. 74 kg emas batangan
2. USD 4.767.300
3. SGD 14.083.800
4. Rp 100.000.000
5. Foto keluarga 2 bingkai
Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete
1. Rp 4. 462.365.000
2. USD 84.356
3. SAR 17.595
4. SGD 83.394
5. THB 33.100
6. TRY 4.020
7. CNY 1.223
8. JPY 152.000
9. RM 212
10. INR 1.600
11. AED 640
12. KRW 61.000
13. GBP 40
14. BND 10
15. VND 150
16. NZD 100
Hasil Penggeledahan di de'Clan Cipete
1. SGD 3.130.000
2. USD 889.965
3. Rp 259.159.000
Hasil Penggeledahan di Rumah Cilandak
1. Rp 520.000.000
2. USD 133.000
Dalam kasus ini, eks Jampidsus, Febrie Adriansyah, dan Don Ritto ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor). Penetapan tersangka itu tak lama setelah Febrie mengundurkan diri dari Jampidsus.
Febrie dijadikan tersangka terkait tiga kasus dugaan korupsi, yakni batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel (KS). Perkara itu kini dilimpahkan ke Kejagung dan disupervisi oleh KPK serta diawasi oleh Komisi III DPR RI melalui pembentukan panitia kerja (panja).
Uang Untuk Bangun Pelabuhan
Di sisi lain, kuasa hukum Don Ritto, Handika Hanggowongso, angkat bicara setelah kliennya jadi tersangka dalam tiga kasus korupsi itu. Pihak Don Ritto mengakui uang yang disita polisi di Kafe de'Clan dan money changer Cipete miliknya untuk membangun kawasan pelabuhan.
"Sejauh yang disampaikan, yang kami tahu dari alat bukti, itu bisa dipertanggungjawabkan, itu adalah untuk kerja sama membangun kawasan pelabuhan dengan seorang pengusaha," kata Handika di Polda Metro Jaya, Selasa (14/7).
Simak juga Video 'Panja DPR soal Kasus Febrie Adriansyah: Jangan Emas Ditukar Cokelat':
(dek/dhn)

















































