Sederet Tanda Kanker Usus Wajib Diwaspadai Gen Z, Banyak yang Cuek

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus kanker usus besar atau kanker kolorektal kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli kesehatan melihat peningkatan kasus pada kelompok usia muda, termasuk Gen Z dan milenial muda. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena banyak penderita datang ke rumah sakit saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

John Nathanson, M.D., seorang ahli gastroenterologi dari NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center, mengungkapkan bahwa banyak pasien yang terlambat menyadari kehadiran kanker karena gejalanya yang samar.

"Kanker usus besar sulit didiagnosis karena dapat berkembang tanpa gejala. Ketika kanker usus besar menimbulkan gejala, gejala tersebut terkadang salah dikaitkan dengan proses lain seperti wasir, infeksi, atau sembelit," kata Dr. Nathanson.

Menurut ahli gastroenterologi di Medical Offices of Manhattan, Pratima Dibba, M.D., gejala pada kanker usus besar terbilang cukup ringan dan sering diabaikan pada tahap awal penyakit. Seiring berjalan waktu kondisi ini menjadi berkembang dan semakin parah.

Tanda-tanda yang harus diwaspadai
Dr. Nathanson dan Dr. Dibba sepakat bahwa tanda utama kanker usus besar yang harus Anda periksakan adalah pendarahan dubur, atau darah dalam tinja. "Jangan hanya menyalahkan wasir," kata Dr. Dibba.

Menurut Cleveland Clinic, darah di toilet setelah buang air besar mungkin berasal dari mana saja di saluran pencernaan Anda, termasuk usus besar, itulah sebabnya sangat penting untuk memeriksakannya untuk memastikan tidak ada hal berbahaya yang terjadi.

Selain pendarahan dubur, para ahli mengatakan bahwa gejala umum kanker usus besar lainnya termasuk penurunan berat badan yang tidak normal atau tidak disengaja, nyeri perut yang parah, dan perubahan kebiasaan buang air besar yang terus-menerus.

Menurut Johns Hopkins Medicine, jika dideteksi dini, kanker usus besar sangat mudah diobati, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 90%. Selain memperhatikan tanda-tanda di atas, pastikan Anda mengikuti rekomendasi penyedia layanan kesehatan Anda tentang kapan dan seberapa sering menjalani pemeriksaan.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |