Satgas PRR Cek Infrastruktur hingga Serahkan Sumur Bor ke Warga Tapanuli

5 days ago 5

Jakarta - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam mengunjungi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Satgas PRR mengecek progres perbaikan infrastruktur hingga menyerahkan bantuan.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakasatgas PRR awalnya mengunjungi Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Tapsel, Selasa (19/5/2026). Dengan mengendarai motor, Kasum TNI beserta rombongan lalu meninjau perbaikan jalan rute Tarutung-Sipirok, Desa Antur Mangan, Sipirok, Tapsel.

Kemudian Satgas PRR meninjau sumur bor di Huntara/Huntap Rusunawa Pandan di Kecamatan Pandan, Tapteng dan menyalurkan bantuan sembako kepada 105 keluarga penghuni Huntara dan meninjau persawahan di Kecamatan Tukka. Peresmian sumur bor tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya akses air bersih.

"Dari masukan BPBD Provinsi dan Kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih. Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan," kata Richard, Rabu (20/5/2026).

Mereka lalu meninjau pembangunan jembatan bailey di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Tapteng. Satgas PRR lantas meninjau lahan Huntap dan peletakan batu pertama pembangunan Huntap, land clearing, serta pembagian sembako kepada 36 KK calon penghuni Huntap.

Peninjauan diakhiri di Huntap Asrama Haji Pinang Sori, Kecamatan Pinang Sori, Tapteng yang dilanjutkan pemberian sembako kepada 55 KK penghuni Huntara. Kasum TNI berharap fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat agar bisa digunakan dalam jangka panjang.

"Kami berharap sumur bor dan instalasi air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga rusunawa dan huntara. Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat bersama," katanya.

Richard juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam terealisasinya pembangunan sarana air bersih tersebut, terutama PT Minamas yang dinilai telah menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat terdampak bencana.

"Air bersih adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting. Di sini ada 118 KK yang sebelumnya mengalami kesulitan air. Atas komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, akhirnya program akses air bersih ini dapat diwujudkan," ucapnya.

Sementara waktu instalasi air bersih dialirkan ke huntara Rusunawa Pandan dan nantinya akan disesuaikan dengan proses pembangunan hunian tetap (huntap). Selain itu, Ia juga menyinggung upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana yang masih terjadi di wilayah Tapanuli Tengah akibat cuaca yang sulit diprediksi.

"Saya bersama tim sudah mengecek langsung kondisi lapangan. Hujan dan banjir masih sulit diprediksi sehingga diperlukan konsep dan langkah penanganan yang tepat. Kami sudah berdiskusi bersama kementerian terkait, Kemensos, pemerintah daerah, dan seluruh pihak untuk menghasilkan langkah produktif yang segera dibawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti," ungkapnya. (jbr/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |