Jakarta - Polda Sumatera Selatan mengerahkan ribuan personel untuk memperkuat pengamanan rangkaian ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus. Polda Sumsel ingin menghadirkan kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah.
Berdasarkan keterangan yang diterima, Kamis (14/5/2026), sebanyak 378 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota jajaran Polda Sumsel mendapatkan pengamanan ketat. Hal ini guna memastikan seluruh jemaat dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan khidmat.
Pengamanan dilakukan sebagai bentuk implementasi Polri Presisi sekaligus komitmen negara dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah sesuai amanat konstitusi. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan memperkuat harmoni antarumat beragama di Sumatera Selatan.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sumatera Selatan mengerahkan total 2.663 personel gabungan yang terdiri dari 2.237 personel Polri, 226 personel TNI, dan 200 personel dari instansi terkait lainnya.
Pengamanan difokuskan pada gereja-gereja dengan jumlah jemaat besar, termasuk wilayah Polrestabes Palembang yang menjadi titik konsentrasi utama dengan 77 lokasi ibadah dan jumlah jemaat mencapai puluhan ribu orang.
Selain penjagaan terbuka dan tertutup, personel gabungan juga melakukan sterilisasi area gereja, pengaturan lalu lintas, patroli mobile, hingga koordinasi intensif dengan pengurus gereja dan tokoh agama guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa gangguan.
Kegiatan pengamanan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat toleransi dan menjaga persatuan nasional sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat juga menjadi bentuk pelayanan negara dalam menjaga rasa aman bagi seluruh umat beragama.
Polda Sumsel mengerahkan ribuan personel pengamanan ibadah Kenaikan Yesus Kristus (Foto: dok. Istimewa)
Dampak dari pengamanan tersebut langsung dirasakan sekitar 35.109 jemaat yang melaksanakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Situasi selama pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan dengan pola pengamanan terukur dan profesional untuk memastikan kegiatan ibadah berlangsung tanpa hambatan.
"Kami memastikan seluruh jajaran hadir di lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah. Pengamanan dilakukan secara humanis namun tetap siaga terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas," tegas Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyatakan bahwa keberhasilan pengamanan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
"Polda Sumatera Selatan berkomitmen penuh menjaga stabilitas keamanan dan toleransi antarumat beragama. Sinergi antara TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memastikan seluruh kegiatan keagamaan berjalan aman, damai, dan kondusif," ujar Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.
Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan, situasi keamanan di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan dilaporkan tetap aman dan terkendali. Monitoring serta patroli rutin terus dilakukan guna memastikan aktivitas masyarakat pasca-ibadah berjalan normal dan produktif.
(lir/idh)


















































