Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS, Mardani Ali Sera, berbicara soal sikap partainya saat menjadi oposisi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun. Mardani mengatakan pihaknya tak pernah mengambil proyek saat menjadi oposisi.
Mulanya Mardani menanggapi soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang tak mempermasalahkan latar belakang partai politik pemenang proyek. Mardani mengatakan sebaiknya keputusan terkait proyek dan tender pemerintah dilakukan secara profesional.
"Pertama, baiknya semua proyek dilakukan secara profesional," kata Mardani kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Mardani menyebut entitas politik sebaiknya tak cawe-cawe dalam proses pembangunan. Ia menilai keterlibatan partai politik dalam suatu proyek akan mempersulit prinsip pengawasan.
"Kedua, entitas politik sebaiknya tidak cawe-cawe pada proses pembangunan. Keterlibatan entitas politik dalam proyek bisa mempersulit prinsip pengawasan dan pemberian sanksi wan prestasi," ujar Mardani.
"Ketiga, bravo pada Presiden yang berani membuka proses di balik tabir," tambahnya.
Anggota Komisi II DPR RI ini mengatakan PKS saat menjadi oposisi tak pernah terlibat dalam proyek. Ia lantas menjelaskan, alasannya, PKS ingin menghadirkan merit system dan profesional pengawasan terhadap pemerintah.
"PKS tidak terlibat dalam proyek. PKS ingin ada profesionalisme dan merit system dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan," kata Mardani menjelaskan alasan tak mengambil proyek saat menjadi oposisi.
Pernyataan Prabowo
Diketahui, saat berpidato di rapat paripurna DPR RI, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo mengaku dibantu oleh Megawati di bidang ekonomi. Prabowo mulanya menyampaikan pernah ada menteri yang meminta petunjuk kepada dirinya karena pihak yang berlatar belakang PDIP memenangi proyek.
Dia menyebut saat itu meminta menterinya tak mempersoalkan hal tersebut. "Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas, tapi tanya, saya selalu katakan, menteri-menteri minta petunjuk, 'Pak ini bagaimana, Pak, ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP', benar? Ayo, Menteri-menteri, benar kan? Tapi apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya," kata Prabowo.
Dia mengaku melakukan itu lantaran Megawati pernah melakukan hal yang sama ketika berkuasa. Dia mengaku dibantu di bidang ekonomi oleh Megawati.
"Tenang saja, karena waktu saya nggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Nggak, saya mau terbuka, saya nggak berkuasa waktu itu, alias luntang-lantunglah, Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan 'kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan'. Saya sekarang ikuti contoh beliau," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengucapkan terima kasih secara khusus ke PDIP yang memilih bekerja di luar pemerintahan. Hanya satu fraksi di DPR yang berada di luar koalisi, yakni PDIP, dan Prabowo menghargai posisi politik PDIP tersebut.
"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati dan saya hargai itu, demokrasi kita perlu checks and balances. Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah," ucapnya.
Oleh sebab posisi politik itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada PDIP. Meski Prabowo ingin kerja sama seluruh partai, tapi perlu adanya pihak penyeimbang di parlemen.
"Saya mengerti itu, sebenernya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita, memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik, setiap pemimpin harus mau dikritik," imbuhnya.
Tonton juga video "Ditanya soal Peluang Koalisi di 2029, Ini Kata Demokrat dan PKS"
(dwr/knv)

















































