PKB: Gandengan Tangan Prabowo-Megawati Perlu Menular ke Akar Rumput

3 days ago 7

Jakarta - Sekjen PKB Hasanuddin Wahid (Cak Udin) menanggapi momen Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang bergandengan tangan seusai upacara Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, momen tersebut menjadi teladan yang patut dicontoh oleh seluruh pemimpin dan elite bangsa.

"Bagus dan menjadi teladan yang patut dicontoh. Jika semua pemimpin negeri dan elite bangsa bergandengan tangan, bekerja sama bergotong royong bersatu padu, maka tidak ada masalah negara yang tidak terselesaikan," kata Cak Udin kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Dia menilai kebersamaan antartokoh bangsa tak cukup hanya ditunjukkan secara simbolis. Menurutnya, semangat bergandengan tangan harus diwujudkan dalam pembangunan nasional.

"Gandengan tangan yang sejati adalah gandengan tangan para elite mengurus negeri agar ekonomi semakin baik, agar pengangguran semakin terus berkurang, dan seperti yang Presiden Prabowo impikan bahwa kedaulatan ekonomi harus segera terwujud nyata," ujarnya.

Cak Udin mengatakan makna persatuan yang sesungguhnya ialah kerja sama para elite dalam mengurus negara. Dia berharap kedekatan Prabowon dan Megawati dapat menjadi contoh.

"Gandengan Presiden dengan Bu Mega perlu dilanjutkan hingga tingkat akar rumput, para gubernur, bupati, wali kota, kepala desa, hingga RT, semua bergandengan tangan dengan semua tokoh di tempatnya masing-masing untuk bersatu membangun wilayahnya, daerahnya, desanya, itulah makna pengejawantahan Pancasila sejati utamanya sila ketiga," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Dia mengatakan kedekatan Prabowo dan Megawati sangat menyejukkan.

"Tentu ini menjadi pemandangan yang menyejukkan. Ini adalah simbol nyata bahwa para tokoh bangsa mampu menempatkan kepentingan nasional sebagai yang utama," katanya.

Menurutnya, kedekatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kebangsaan. Dia menegaskan kedekatan bukan hanya sekedar retorika.

"Melainkan benar-benar diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata para pemimpin kita, dan momentum Hari Lahir Pancasila adalah saat yang paling tepat untuk menegaskan kembali nilai-nilai kebersamaan itu, karena Pancasila lahir justru dari semangat menyatukan perbedaan," ujarnya.

Dia pun mengaku bangga atas sikap negarawan yang dimiliki Prabowo dan Megawati. Dia berharap momen kedekatan ini dapat menjadi energi positif.

"Kami ikut bangga atas sikap keduanya yang memberikan teladan bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam perbedaan pandangan sekalipun, para negarawan sejati selalu bisa berjalan beriringan demi kemajuan bangsa," tuturnya.

"Semoga momen ini menjadi energi positif yang mendorong seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu, saling menghargai, dan bersama-sama memikirkan langkah terbaik bagi Indonesia ke depan," imbuh dia.

Sebelumnya, Prabowo dan Megawati menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila. Prabowo dan Megawati tampak akrab di momen tersebut.

Upacara digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). Wapres Gibran Rakabuming juga tampak hadir dalam upacara.

Seusai upacara, momen kehangatan Prabowo dan Megawati kembali terlihat. Prabowo mulanya terlihat berbincang dengan Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) dan Wapres ke-13 Ma'ruf Amin. Sementara Megawati terlihat berada di belakang JK dan Ma'ruf Amin.

Prabowo kemudian mempersilakan Megawati, JK dan Ma'ruf Amin berjalan. Namun Megawati mengajak Prabowo berjalan bersama.

Megawati tampak menggandeng tangan Prabowo. Keduanya pun terlihat berjalan bersama. Megawati dan Prabowo terlihat tertawa bersama. (amw/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |