Pascabanjir Pidie Jaya, BNPP Tekankan Pentingnya Tanggul Sungai Permanen

17 hours ago 1

Jakarta - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman meninjau langsung penanganan pascabencana banjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam peninjauan tersebut, Komjen Pol Makhruzi menyoroti sejumlah dampak serius akibat banjir, mulai dari pendangkalan sungai akibat penumpukan lumpur, tumpukan sampah dan limbah kayu, keterbatasan akses air bersih, hingga sistem drainase yang belum berfungsi optimal.

Menurutnya, kondisi ini diperparah oleh banjir susulan yang terjadi berulang kali.

"Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur. Kami diminta membantu membuka akses tersebut, dan memang sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan," ujar Komjen Pol Makhruzi, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

"Ini tentu membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah," sambungnya.

Komjen Pol Makhruzi juga menekankan pentingnya penanganan jangka panjang melalui penguatan infrastruktur pengendali banjir. Menurutnya, kondisi bantaran sungai yang dangkal dan tanggul yang jebol menjadi penyebab utama banjir berulang.

"Kami berharap ini menjadi perhatian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Tanah hasil galian dari rumah warga sementara bisa dimanfaatkan sebagai tanggul darurat, namun ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman," katanya

Lebih lanjut, ia menjelaskan BNPP telah memberikan dukungan konkret dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya. Dukungan tersebut meliputi pembersihan jalan umum, pembukaan akses jalan yang tertutup lumpur, serta pembersihan sampah dan limbah sisa banjir.

Peninjauan lapangan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian selaku Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, guna memastikan penanganan pascabencana di daerah terdampak berjalan terpadu, cepat, dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, BNPP mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck, serta melibatkan warga setempat sebagai pekerja.

Selain itu, dukungan tambahan berupa pengoperasian ekskavator dan dump truck selama lima hari, serta penggunaan mesin pemotong kayu juga disiapkan untuk mempercepat proses pemulihan.

Sebagai penutup, Komjen Pol Makhruzi menegaskan upaya BNPP untuk terus bersinergi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait, pemerintah daerah (pemda), dan masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Tonton juga video "BNPP Sebut Ada 3 Desa di Nunukan Sebagian Masuk Malaysia"

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |