Panitia Ungkap Awal Mula Salat Id Duluan Dilarang di Kedungwinong Sukoharjo

6 hours ago 1

Jakarta -

Ketua panitia salat Idul Fitri Masjid Jami'ul Khoir, Zuhri, menyampaikan awal mula salat Id di Masjid Jami'ul Khoir, Desa Kedungwinong, Pati, Jawa Tengah (Jateng), batal digelar. Dia mengatakan salat Id hari tidak mendapat izin dari pemerintah desa.

Zuhri mengaku sempat bertemu dengan kepala Desa, Miyadi, di masjid untuk memberi tahu adanya salat Idul Fitri yang digelar pada Jumat (20/3/2026). Dia pun sudah menyodorkan surat resmi kepada Miyadi.

"Saya sudah koordinasi dengan takmir masjid yang kita tempati secara legalitas dengan adanya kop juga nama lengkap ketua takmir dan juga tembusan ke Pak Lurah (pemberitahuan) sudah ada. Ketemu di masjid karena kan beliau orang sibuk, kadang ke mana. Saat ketemu di masjid, surat pemberitahuan itu sudah saya siapkan. Saya baru bicara, 'Pak, ini nanti kalau salat Id Muhammadiyah pada hari Jumat saya memberitahukan dulu'," kata Zuhri ditemui di kantor Kelurahan Kedungwinong, dilansir detikJateng, Jumat (20/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zuhri mengungkapkan, dia sempat ditanya oleh Babinsa mengenai pelaksanaan salat Idulfitri tersebut. Dia menyebutkan pihak Babinsa memperbolehkan, namun tidak menjamin keamanan.

"Di malam hari kita itu kerja bakti sebelum salat Id. Babinsa dari TNI datang ke masjid di saat kami beberapa orang itu kerja bakti dengan konteks yang jelas dan tegas. Bertanya soal pelaksanaan salat Idul Fitri, terus konteksnya Pak Babinsa, 'Pak Lurah itu mengatakan ke saya berulang kali, kalau minta izin tidak saya izinkan'. Dengan konteks itu dilanjutkan, 'kalau besok ada apa-apa aku nggak tanggung jawab. Pokoknya kalau besok nekat melaksanakan salat Id saya tidak tanggung jawab'," ujarnya.

Untuk itu, Zuhri memutuskan membatalkan pelaksanaan salat Idul Fitri. Pihaknya lalu menghubungi jemaah bahwa salat Idul Fitri ditiadakan melalui pengeras suara masjid.

"Tadi pagi sehabis Subuh (pemberitahuan tidak ada salat Idul Fitri). Karena saya memikirkan nanti takutnya ada apa-apa. Dan diumumkan di loudspeaker masjid. Karena apa? Dari awal itu ada semacam penekanan dari beberapa pihak karena saya takut, saya nyebar flyer saja juga ada yang menyalahkan kok," terangnya.

"Tidak dihentikan. Saya yang membatalkan karena saya tidak bisa menjamin keselamatan jemaah saya dan juga kekhusyukannya karena ada konteks dari Pak Babinsa tersebut. Konteksnya ya tadi, kalau besok ada apa-apa saya tidak menjamin keselamatan dan keamanan," sambungnya.

Zuhri prihatin lantaran setiap ada perbedaan waktu salat Idul Fitri maupun Idul Adha, selalu tidak diperbolehkan digelar dua kali. Ia mengaku sudah bertahun-tahun merasakan hal tersebut.

Jemaah akhirnya mencari lokasi lain untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Mereka akhirnya salat Id di daerah Nguter.

"Kalau bertahun-tahun yang lalu terpaksa ke Nguter, tapi yang tua-tua kasihan nggak bisa salat. Kesepakatan LP2A itu kesepakatan yang menurut saya itu kurang pas karena mengadopsi beberapa ormas tapi ormas lain dibatasi kebebasannya, padahal kan semua orang Islam. Jadi mengapa keputusan yang kurang pas itu kok dipertahankan sampai sekarang kan sayang kan gitu lho," pungkasnya.

Baca selengkapnya di sini.

Tonton juga video "Pelaksanaan Salat Id di PP Muhammadiyah Menteng"

(dek/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |