Serang -
Direktur Utama Perumda Tirta Albantani, Eli Mulyadi, menyampaikan bahwa saat ini mulai terjadi penurunan debit air di wilayah Serang, Banten. Di sisi lain, permintaan penyaluran air bersih dari masyarakat yang membutuhkan justru mulai meningkat.
Eli menyebut pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten dan beberapa instansi terkait untuk mengatasi masalah kekeringan.
"Bagaimana penanganan masuknya fenomena kekeringan ini yang berdampak kepada masyarakat, karena masyarakat sekarang sudah minta bantuan-bantuan air," ujar Eli, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eli menjelaskan, pemerintah daerah saat ini belum menentukan status darurat bencana kekeringan. Kendati demikian, pihak PDAM akan tetap sigap membantu wilayah yang membutuhkan.
"Ada beberapa wilayah yang sudah meminta secara resmi melalui kepala desa, camat, hingga anggota dewan. Bantuan air sudah dikerahkan secara 'keroyokan' dari PDAM, kemarin BBWSC3 juga mengerahkan, BPBD dan Dandim juga ikut menyalurkan air. Kita bantu dulu, karena air itu kebutuhan dasar masyarakat," katanya.
Ia pun menerangkan bahwa sumber air baku di Bendung Pamarayan sudah mengalami penurunan. Pihaknya kini tengah mencari cara agar pasokan air tetap mencukupi selama masa kemarau.
"Pamarayan dan wilayah sekitar terus kita pantau, debitnya turun. Sehingga ini harus ada penambahan debit dari Sungai Ciujung, Cidurian, dan sebagainya. Rencananya ini akan dibantu dari Karian Barat," ujarnya.
Saat ini, pihak Perumda Tirta Albantani tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk menambah gelontoran air ke wilayah Ciujung dan Cidurian.
"Bantuan pembukaan air dari Karian Barat sudah beberapa kali dilakukan supaya debit air bertambah. Nah, kita sudah koordinasi dengan BBWSC3 dan PJDT supaya debit di Ciujung dan Cidurian bisa naik dulu," katanya.
(aik/jbr)















































