Jakarta -
Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi (Mendikti) Brian Yuliarto mengatakan hingga kini ada empat orang terduga pelaku pemalsuan riset di forum internasional. Brian mengatakan keempat pelaku ingin mendapatkan travel grant atau perjalanan gratis ke luar negeri (LN) dari konferensi berbasis riset.
Brian mengatakan keempat pelaku merupakan lulusan sarjana dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pihaknya disebut sudah berkoordinasi dengan kampus asal terduga pelaku.
"UNY juga telah berkoordinasi dengan kami, sudah mengundang langsung keempat terduga tersebut. Dan sudah diwawancarai, motif dan lain sebagainya. Jadi, memang cukup kuat saat ini dugaan bahwa mereka ingin memanfaatkan travel grant ke luar negeri. Tapi tentu ini memiliki atau sangat bermasalah dari sisi etik dan integritas," ujar Brian seusai rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2026).
Brian mengatakan kasus tersebut merugikan peneliti dari Indonesia di kancah internasional. Ia berharap tak ada generalisasi terkait peneliti RI dampak pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tersebut.
"Dan yang sangat disayangkan juga adalah dengan kasus ini, maka kredibilitas penelitian di Indonesia juga kemudian akan disangsikan. Jadi kami tentu meminta semua pihak tidak langsung, kita harus proporsional ya," ungkap dia.
Ia menyebutkan Kemdikti masih mengumpulkan bukti-bukti terkait tindakan pelaku ini. Ia menilai, lantaran keempat tokoh bukan dosen di perguruan tinggi, tidak bisa langsung di sidang etik oleh pihaknya.
"Kami akan menindaklanjuti kasus ini. Kita akan, masih mengumpulkan terus data-data. Kami juga membuka masukan kalau ada teman-teman dari media sosial yang mendapatkan data-data lebih spesifik," kata Brian.
"Jadi, kita akan mengumpulkan data. Kemudian, tentu kita ingin memberikan efek jera, karena ini, kita tidak ingin tindakan ini juga dianggap tidak ada punishment, gitu ya. Apalagi ini kan juga merugikan kredibilitas bangsa, peneliti-peneliti yang sudah bener-bener melakukan penelitian secara kerja keras dan seterusnya. Nah, kita akan mencari delik yang nanti sesuai," sambungnya.
Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR Brian menyebut terduga pelaku pemalsuan riset di forum internasional berjumlah empat orang. Ia mengatakan seluruhnya merupakan alumni S1 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
"Terkait dengan tadi permasalahan kasus beberapa orang yang melakukan pembohongan riset, ini kami sudah membentuk tim dan sudah berkoordinasi dengan UNY. Bahwa benar empat orang itu, tadi seperti yang ditanyakan, bahwa benar empat orang itu lulusan S1-nya adalah UNY. S2-nya berbeda-beda," ujar Brian.
Simak juga Video 'Tipu Turis Asing Rp 85 Juta, Bos Travel Agent Labuan Bajo Ditetapkan Tersangka':
(dwr/lir)

















































