Jakarta, CNBC Indonesia - Mengalami sakit kepala saat makan es krim cukup umum terjadi. Namun, hal itu juga perlu pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah ada riwayat dalam keluarga.
Seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Minnesota, AS Amaal Starling mengungkapkan, rasa sakit yang tajam dan menusuk seolah-olah berasal dari dalam otak saat makan es krim memang cukup mengganggu. Namun, hal ini tidah berbahaya.
"Ini tidak berbahaya, datang dan pergi begitu saja," ujarnya mengutip BBC Internasional, Minggu (31/5/2026).
Ternyata, selain mengganggu generasi pecinta makanan penutup, brain freeze memiliki sejarah panjang selama beberapa dekade dalam membantu kemajuan ilmiah. Brain Freeze atau sakit kepala akibat es krim disebut oleh para ilmuwan sebagai sakit kepala akibat rangsangan dingin.
Para peneliti percaya bahwa hal ini terjadi karena pendinginan yang cepat di langit-langit mulut, atau bahkan di bagian paling belakang tenggorokan. Pendinginan ini membuat pembuluh darah menyusut dengan sangat cepat, setelah itu mereka terpaksa membesar kembali untuk memulihkan aliran darah.
Penelitian menunjukkan bahwa brain freeze tampaknya diturunkan dalam keluarga atau faktor genetik turunan. Jika orang tua mengalami sakit kepala akibat es krim, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.
Serabut saraf rasa sakit pada dinding pembuluh darah ini terhubung ke saraf trigeminal, saraf yang bertanggung jawab untuk memproses sinyal rasa sakit dari dahi dan wajah. Itulah mengapa sakit kepala akibat es krim terasa seperti tekanan dan rasa sakit di otak atau dahi, bukan di dalam mulut.
Data yang menunjukkan pernyataan lebih serius adalah makanan atau minuman dingin juga dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur yang disebut 'Cold Drink Heart' - serta aritmia jantung, terutama pada pria paruh baya.
Es Krim Magnum. (Dok. magnumicecream) Foto: Es Krim Magnum. (Dok. magnumicecream)
Starling memaparkan, untuk menghindari sakit kepala akibat rangsangan dingin, atur kecepatan saat mengonsumsi makanan dan minuman dingin. Pendinginan yang cepat tampaknya menyebabkan brain freeze, jadi memberi waktu pada langit-langit mulutuntuk sedikit menghangat di antara tegukan, jilatan, atau gigitan seharusnya dapat mencegahnya.
Namun, jika terlalu bersemangat dan sudah mengalami sakit kepala akibat es krim, ada beberapa trik yang terbukti efektif untuk memperpendek durasi dan mengurangi rasa sakitnya.
Starling menyarankan untuk menggunakan bagian bawah lidah untuk menghangatkan langit-langit mulut. Atau jika kedua sisi lidah terasa dingin, gunakan jempol atau minuman hangat sebagai gantinya.
Namun, mengapa sebagian orang mengalami brain freeze sementara yang lain bisa meneguk milkshake tanpa masalah?. Irene Toldo, seorang profesor neurologi dan psikiatri anak di Universitas Padua, Italia, bersama rekan-rekannya meneliti studi ilmiah selama empat dekade mengenai sakit kepala akibat es krim untuk mencari tahu jawabannya.
Dengan mensintesis penelitian dari seluruh dunia, termasuk studi terhadap ribuan anak sekolah di Taiwan, Jerman, dan Kanada serta puluhan penderita migrain dewasa di Brasil, Turki, dan Inggris, Toldo mengidentifikasi beberapa pola.
Pertama, penelitian menunjukkan bahwa brain freeze tampaknya bersifat turun-temurun - jika orang tua Anda mengalami sakit kepala akibat es krim, kemungkinan besar Anda pun akan mengalaminya. Temuan ini sejauh ini bersifat korelatif saja, dan para ilmuwan belum berhasil mengidentifikasi gen spesifik yang mungkin bertanggung jawab atas hubungan ini.
Pada masa-masa awal pengobatan sakit kepala, ketika para peneliti berusaha memahami mekanisme dasar nyeri kepala, brain freeze"menjadi model eksperimental yang praktis.
Adapun mengenai bagaimana rasa sakit akibat brain freeze dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Faktor terpenting tampaknya adalah apakah Anda mengalami sakit kepala non-es krim dan serangan migrain sakit kepala yang intens dan dapat berlangsung berjam-jam bahkan berhari-hari.
"Orang dengan migrain biasanya mengalami intensitas nyeri kepala jenis ini yang lebih tinggi," kata Toldo.
Dalam sebuah studi kecil pada tahun 1970-an, 93% orang yang mengalami serangan migrain juga pernah mengalami sakit kepala akibat es krim, sebagian besar dengan ketidaknyamanan sedang hingga parah. Sementara hanya sepertiga dari orang yang tidak menderita migrain yang pernah mengalami sakit kepala akibat es krim.
Sebaikmya, jika Anda atau anak Anda mengalami 'brain freeze' yang sangat menyakitkan, ada baiknya Anda meninjau riwayat sakit kepala dan memeriksa kembali sakit kepala yang tidak terkait dengan 'brain freeze'.
Apa yang mungkin dianggap sebagai hal yang normal mungkin merupakan kondisi serius namun dapat diobati."Satu dari enam wanita menderita migrain, satu dari sebelas anak menderita migrain, dan satu dari 10 pria menderita migrain," kata Starling.
"Lebih dari 50% orang yang menderita migrain bahkan belum pernah membicarakan gejala mereka dengan dokter. Ada diagnosisnya. Ada pengobatan yang tersedia," tambahnya.
Mengingat hubungan yang mengejutkan ini, setidaknya sejak tahun 1960-an, para ilmuwan telah meminta sukarelawan untuk sengaja memicu sensasi brain freeze pada diri mereka sendiri guna membantu meneliti gangguan migrain, salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
Meskipun kondisi ini umum terjadi, para peneliti kesulitan menangkap migrain yang sedang berlangsung dengan MRI dan CT scan karena sakit kepala ini sulit diprediksi, belum lagi rasa sakitnya yang begitu menyiksa sehingga sukarelawan sulit datang ke laboratorium saat sedang mengalami migrain.
Di sinilah sensasi beku di otak bisa menjadi penyelamat.
"Pada masa-masa awal penelitian tentang sakit kepala, ketika para peneliti berusaha memahami mekanisme dasar nyeri kepala, 'brain freeze' menjadi model eksperimental yang praktis," jelas Starling, sambil mencatat bahwa hal itu membantu para ilmuwan mengidentifikasi peran aliran darah dan berbagai kompleks saraf.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengandalkan cara lain untuk memicu serangan migrain pada manusia termasuk infus nitrogliserin guna mengembangkan obat migrain generasi berikutnya.
Dan bagi penderita migrain, tidak perlu menghindari makanan dingin karena takut mengalami brain freeze namun dapat diatasi dengan mengelola dengan teknik memakan es krim.
(rob/wur)
Addsource on Google


















































