Lupa Punya Bitcoin Selama 12 Tahun, Pria Ini Mendadak Jadi Miliuner

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria asal Inggris yang kehilangan akses ke Bitcoin (BTC) miliknya selama 12 tahun akhirnya berhasil mendapatkan kembali aset tersebut. Bitcoin yang dibelinya lebih dari satu dekade lalu kini bernilai sekitar £3,3 juta (sekitar Rp 78 miliar), membuatnya berubah menjadi miliuner dalam sekejap.

Kisah tersebut dilaporkan oleh LBC pada 26 Agustus. Pria yang memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya itu pertama kali membeli Bitcoin senilai £1.500, setelah seorang temannya meyakinkannya bahwa mata uang kripto tersebut suatu hari akan menjadi sesuatu yang besar.

Melansir Yahoo Financial, saat itu, Bitcoin masih berada pada tahap awal perkembangannya. Baru sekitar dua tahun sejak diluncurkan, aset kripto tersebut belum dikenal luas oleh masyarakat.

Pria tersebut termasuk salah satu pengguna awal Bitcoin di Inggris. Ia membeli aset digital itu melalui Intersango, salah satu bursa kripto paling awal di Inggris yang mulai beroperasi pada 2011.

Namun, masalah muncul beberapa tahun kemudian. Intersango berhenti beroperasi pada 2014, membuat para penggunanya kehilangan akses dan tidak memperoleh kepastian mengenai aset yang tersimpan di platform tersebut.

Rekening Dibekukan

Ketika pria tersebut mencoba masuk kembali ke akun Intersango, ia mendapati rekeningnya telah dibekukan. Ia juga kecewa setelah mengetahui bahwa bursa tersebut tidak berada di bawah pengawasan Financial Conduct Authority (FCA).

Selama bertahun-tahun, ia hanya bisa menyaksikan nilai Bitcoin meningkat tanpa mampu mengakses kepemilikannya.

Di sisi lain, kehidupan terus berjalan. Ia harus menghadapi kebutuhan finansial untuk membiayai pendidikan universitas anak-anaknya serta membantu orang tuanya yang telah lanjut usia dan mengalami masalah kesehatan.

"Sangat menyakitkan melihat harga Bitcoin terus naik," ujarnya.

Lama-kelamaan, ia bahkan berhenti memantau harga Bitcoin karena menganggap uang tersebut sudah tidak mungkin kembali.

"Saya berpikir, percuma saja, uang itu sudah hilang. Saya sudah menganggapnya lenyap begitu saja," katanya.

Sempat Mengira Email Pemulihan sebagai Penipuan

Harapan sempat muncul pada 2018 ketika ia menerima email dari dua pendiri Intersango yang meminta mantan pengguna menghubungi mereka. Namun, karena khawatir email tersebut merupakan upaya penipuan, ia justru menghapusnya.

Kesempatan untuk mendapatkan kembali asetnya baru datang bertahun-tahun kemudian. Istrinya mendorongnya untuk menghubungi sebuah firma hukum yang secara khusus menangani kasus pemulihan mata uang kripto yang hilang.

Dalam hitungan bulan, tim hukum tersebut berhasil membantu memulihkan akses terhadap Bitcoin miliknya yang telah terkunci selama sekitar 12 tahun.

Ryan Sweetnam, Direktur Litigasi Keuangan di CEL Solicitors, mengatakan timnya berhasil mengumpulkan dokumentasi yang diperlukan untuk membuktikan kepemilikan klien terhadap aset kripto tersebut.

Sweetnam juga menduga salah satu pendiri Intersango memiliki sekitar 5.500 Bitcoin, yang sebagian di antaranya kemungkinan merupakan aset milik mantan nasabah di Inggris.

Bitcoin yang dahulu dibeli seharga sekitar £1.500 itu kini bernilai sekitar £3,3 juta atau US$4,4 juta.

Setelah mendapatkan kembali aksesnya, pria tersebut memilih menyimpan Bitcoin di bursa kripto yang berada di bawah regulasi dan pengawasan resmi. 

Setelah bertahun-tahun menganggap Bitcoin tersebut telah hilang, pria itu kini mulai memikirkan bagaimana menggunakan sebagian kekayaannya. Ia berencana menjual sebagian kepemilikan Bitcoin untuk membeli rumah yang lebih besar. Rumah tersebut nantinya diharapkan dapat menampung ibu mertuanya yang sedang sakit. Selain itu, ia juga ingin mengadakan pesta dan berlibur bersama keluarganya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |