Krisis Makin dalam di Lautan, Ini Bukti Terbarunya

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Lautan berada dalam "krisis yang semakin dalam". Bahkan laporan PBB menuntut tindakan global yang mendesak.

Dalam riset yang dilakukan 600 ilmuwan internasional, setebal 1.352 halaman, suhu laut makin menghangat dan naik lebih cepat. Belum lagi lapisan es menyusut,dan ekosistem laut berada di bawah tekanan yang meningkat.

"Lautan adalah fondasi kehidupan di Bumi," kata kata Penilaian Laut Dunia (WOA) III PBB., dikutip AFP, Selasa (9/6/2026).

"Tetapi kesehatannya berada dalam risiko serius karena ekosistem dan habitat mendekati atau melampaui titik kritis," tambahnya.

"Krisis yang semakin dalam, karena perubahan iklim, polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan hilangnya keanekaragaman hayati memberikan tekanan berat pada sistem laut."

Laporan tersebut, yang sebagian besar mencakup periode antara 2018-2023, menggambarkan gambaran suram tentang keadaan lautan. Sekitar 16% dari total peningkatan kandungan panas laut yang tercatat sejak tahun 1955 telah terjadi sejak tahun 2018 saja.

Lautan telah menyerap lebih dari 90% panas berlebih dan 30% CO2 yang dilepaskan ke atmosfer akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Saat air menghangat, air akan mengembang, membantu mendorong kenaikan permukaan laut bersamaan dengan air lelehan dari gletser dan lapisan es.

"Permukaan laut terus naik dengan laju yang semakin meningkat," kata laporan itu, lebih dari dua kali lipat dari kurang dari 2,0 milimeter per tahun sebelum tahun 2015 menjadi 4,3 mm pada tahun 2023.

"Meskipun milimeter mungkin tampak kecil, jumlahnya meningkat sangat cepat," kata Ian Butler, seorang ahli ekologi kelautan yang berbasis di Australia dan koordinator bersama kelompok ahli WOA.

Karenanya, para peneliti menuntut tindakan mendesak, melalui kerja sama multilateral yang lebih kuat.

"Kita tidak bisa terus memperlakukan laut sebagai sesuatu yang tak terbatas," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan.

"Kita harus membangun hubungan baru dengan laut: Berdasarkan ilmu pengetahuan. Dibingkai oleh hukum internasional. Dan dibangun di atas tanggung jawab bersama," ujarnya.

Tambang Laut

Laporan tersebut menyoroti kekhawatiran yang meningkat tentang penambangan laut dalam dan menyerukan respons internasional yang terkoordinasi. Meskipun eksplorasi untuk penambangan laut dalam sudah sangat maju, belum ada perusahaan atau negara yang memulai produksi dalam skala komersial.

Para kritikus khawatir hal itu akan mencekik kehidupan laut dengan limbah. Kebisingan mesin berat akan mengganggu migrasi samudra.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |