Kompolnas soal TNI Bantu Tangani Begal: Rekam Jejak Polisi Cukup Panjang

3 days ago 4
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberi izin kepada para prajuritnya untuk menangani aksi begal. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai Polri memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengatasi kejahatan jalanan.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyatakan bahwa dengan kemajuan teknologi dan sumber daya yang dimiliki saat ini, Polri seharusnya mampu menjalankan tugasnya secara profesional dalam memberantas begal.

"Saya kira, dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju dan sebagainya, saya kira kepolisian mampu untuk memberantas kejahatan jalanan. Apalagi kepolisian sudah ditunjang secara personal, ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih," kata Anam kepada wartawan di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Anam menyebut infrastruktur pengamanan di kota besar saat ini sudah sangat mendukung kinerja kepolisian. Mulai keberadaan CCTV di berbagai sudut jalan hingga kemudahan akses komunikasi antara masyarakat dan aparat.

"Secara jalanan, banyak CCTV di mana-mana. Secara masyarakat, masyarakat juga sudah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi antar-sesama masyarakat, plus masyarakat dengan kepolisian, apalagi ada (hotline) 110," tuturnya.

Dia juga mengingatkan bahwa Polri memiliki rekam jejak yang panjang dan berhasil dalam menangani kasus-kasus begal di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, profesionalitas Polri perlu terus didorong dan didukung.

"Rekam jejaknya cukup panjang ya, kepolisian menghadapi begal ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan beberapa kasus-kasus gede berhasil," tutur Anam.

Anam berharap Polri tetap percaya diri pada kemampuan internalnya. Menurutnya, integrasi teknologi dengan instansi terkait sudah lebih dari cukup.

"Dibantu dengan CCTV, tidak hanya CCTV-nya warga, tapi juga CCTV-nya Pemprov, belum lagi Komdigi dan sebagainya yang CCTV-nya canggih, bisa deteksi wajah dan sebagainya. Saya kira kepolisian harus yakin bahwa mereka mampu dan profesional seperti sebelum-sebelumnya," imbuh Aman.

Terkait itu, dia lantas mengimbau agar masyarakat proaktif melaporkan informasi sekecil apa pun terkait aksi kejahatan jalanan melalui kanal-kanal resmi kepolisian.

"Penting kepolisian kita dorong dan kita support supaya keamanan dan kenyamanan kita terjaga. Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang begal, silakan berkomunikasi langsung dengan kepolisian sampai level paling bawah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberi izin bagi para prajuritnya untuk menangani aksi begal. Agus memberikan izin kepada prajuritnya untuk membantu Polri menangani begal.

"Tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal, namun menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri," kata Nas dilansir Antara, Rabu (27/5).

Menurut Nas, TNI tidak akan terlibat langsung dalam penangkapan, penindakan hukum hingga proses pemeriksaan pelaku. Kehadiran TNI, lanjut dia, hanya sebatas membantu Polri dalam memastikan masyarakat terlindungi dari aksi begal.

Karena itu, untuk mengantisipasi adanya tumpang tindih tugas antara TNI dan Polri di lapangan, Nas memastikan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Polri agar penanganan aksi begal bisa lebih maksimal.

"TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku," kata dia.

Simak juga Video 'Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Patroli Besar Jaga Kamtibmas':

(lir/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |