Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkap kondisi sinyal sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 5568A di Stasiun Bekasi Timur hingga menewaskan belasan orang. Soerjanto mengatakan KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapat sinyal hijau meskipun ada KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Soerjanto memaparkan persoalan sinyal itu saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2026). Ia awalnya membeberkan KA Bromo Anggrek pada pukul 20.50 WIB bergerak di jalur 3 Stasiun Bekasi.
"Pukul 20:50:43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi," ucap Soerjanto.
Ia membeberkan saat itu KA Argo Bromo Anggrek mendapatkan sinyal hijau ketika melintasi titik J12. "Dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau atau berwarna hijau," imbuhnya.
Kemudian, lanjut Soerjanto, pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 5568A yang tengah berhenti.
"Pukul 20:52:12 terjadi tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan KA (5568A)," tutur Soerjanto.
Ketua Komisi V DPR Lasarus lalu memotong penjelasan Soerjanto. Ia mempertanyakan apakah benar KA Argo Bromo Anggrek mendapatkan sinyal hijau ketika melintas di jalur antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur.
"Sebentar, sebentar Pak. Bentar, kita tidak mencari siapa yang salah Pak ya. Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?" tanya Lasarus.
"Sinyalnya hijau Pak," jawab Soerjanto.
"Sinyal hijau, hijau, hijau. Di Argo Bromo Anggrek sinyalnya hijau," tutur Lasarus.
Soerjanto kembali menekankan sinyal yang diberikan di Stasiun Bekasi berwarna hijau.
"Hijau di Stasiun Bekasinya Pak. Hijau," tutur dia lagi.
Lasarus menyebut seharusnya sinyal tersebut merah. Karena, kata dia, ada KRL 5568A yang berhenti di sekitar Bekasi Timur.
"Harusnya merah kan Pak ya? Karena di depan ada obstacle," tutur Lasarus.
"Nanti kami jelaskan berikutnya," timpal Soerjanto.
"Berarti di situ itu kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia bergerak?" tanya Lasarus.
"Maka dia bergerak," jawab Soerjanto.
Lasarus lalu bertanya apakah tabrakan taksi dan KRL di arah sebaliknya sudah terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek bergerak karena sinyal hijau. Soerjanto menyebut sudah terjadi pada pukul 20.50 WIB.
"Nah waktu dia bergerak itu temperan sudah terjadi belum?" tanya Lasarus.
"Di saat 20:50:43 sudah terjadi Pak," jawab Soerjanto.
"Sudah terjadi?" tanya Lasarus lagi memastikan.
"Sudah," timpal Soerjanto.
Tonton juga video "Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo"
(maa/dek)

















































