Kepala BGN Larang SPPG Masak MBG Pakai Minyakita-Gas Melon dan Beras SPHP

5 hours ago 3

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mewanti-wanti seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dia melarang dapur SPPG memasak Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan barang-barang subsidi seperti Minyakita, gas elpiji 3 kilogram, dan beras SPHP.

"Tidak boleh ya. Tidak boleh masak untuk MBG memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kilo dan tidak boleh memakai beras-beras kita SPHP. Tidak boleh," kata Sudaryono dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Sudaryono meminta masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MGB. Jika ditemukan ada dapur yang menggunakan barang subsidi, dia tidak segan-segan untuk memberikan sanksi hingga penutupan dapur SPPG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada, misalnya awak media menemukan di sosmed silakan dilaporkan, dapur mana menggunakan Minyakita, itu nanti kita akan beri surat, bahkan kita beri teguran surat peringatan. Kalau memang memang ngeyel, bandel, ya kita tutup dapurnya ya. Tidak boleh memakai barang subsidi," tegasnya.

Selain barang subsidi, Sudaryono juga menekankan peran program MBG sebagai stabilisator harga di tingkat bawah. Dia mencontohkan, apabila harga telur di tingkat peternak jatuh, pengelola dapur MBG tetap diinstruksikan membeli dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP).

"Termasuk misalnya kemarin harga telur turun ya, harga telur yang harusnya HAP-nya Rp 25.000 di kandang, itu kemudian jatuh sampai Rp 12.000-Rp 15.000 pernah tuh kemarin. Maka juga kemudian si kepala dapur harus membeli telur bukan kemudian Rp 12.000-Rp 15.000, harus membeli telur di harga acuan pemerintah, untuk supaya memastikan stabilisasi harga, peternak tidak dirugikan," ucapnya.

Menurut Sudaryono, tujuan besar dari program MBG adalah memastikan petani dan peternak lokal tidak merugi saat terjadi gejolak pasokan pangan.

"Tujuan dari MBG ini untuk sebagai stabilisator pasokan dan stabilisator harga level paling bawah supaya memastikan peternak-petani itu kemudian tidak dirugikan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga mengingatkan bahwa fokus program MBG adalah mengutamakan kecukupan gizi anak-anak, bukan sekadar jumlah atau rasa makanan. Dia menegaskan standar kualitas merupakan yang terpenting karena menyangkut kesehatan dan nyawa penerima manfaatnya.

"Sekali lagi ini namanya makan bergizi gratis, bukan makan enak gratis, bukan makan banyak gratis. Mencukupan gizinya lah yang menjadi tolok ukurnya," katanya.

Terkait itu, Sudaryono juga memastikan tidak akan berkompromi dengan pengelola dapur SPPG yang tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan.

"Ini menyangkut nyawa seseorang, menyangkut kesehatan seseorang. Maka bagi yang tidak memenuhi suatu standar, ya mohon maaf, harus kemudian kita suspend," pungkasnya.

Saksikan Live DetikSore:

(ond/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |