Kala Bunga Sedap Malam Jadi Andalan Warga Jakarta Jelang Lebaran

6 hours ago 1
Jakarta -

Berburu bunga menjadi salah satu tradisi menjelang Lebaran. Tradisi sederhana ini tetap bertahan, bahkan dilakukan oleh salah satu warga yang baru pindah dari Medan ke Jakarta.

Adalah kakak beradik Amanda (26) dan Faiza (21). Warga pindahan dari Medan ini baru pertama kali berburu bunga di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat. Keluarga mereka baru pindah ke Tangerang satu tahun lalu.

"Kita baru, kebetulan kita pertama kali ke sini (beli bunga di Pasar Rawa Belong). Kita dari orang Medan awalnya, pindah ke Jakarta," kata Amanda saat ditemui detikcom usai membeli bunga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amanda mengaku, meski kini tinggal di Tangerang kebiasaan menyambut Lebaran dengan bunga segar tidak pernah mereka tinggalkan. Di antara berbagai jenis bunga, ada satu yang tak pernah absen dibeli yakni bunga sedap malam.

"Selalu ada (bunga) Sedap Malam, Sedap Malam pasti," tutur Amanda.

Menurutnya, bunga tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Harumnya yang khas dianggap mampu menciptakan suasana Lebaran yang lebih hangat dan menyambut tamu dengan kesan alami.

"Karena memang bikin wangi aja, karena kan kita mau Lebaran nih. Jadi emang kayak menyambut tamu nih biar lebih wangi aja gitu," ungkap Amanda.

"Harum wanginya lebih kencang kan daripada diffuser. Ini kan dia asli organik," lanjut dia.

Amanda bercerita, saat masih tinggal di Medan, mereka biasa membeli bunga di Pajak (red pasar) Pringgan. Kini, meski lokasi berubah, tradisinya membeli bunga menjelang lebaran tetap dilakukan.

Di Pasar Rawa Belong sendiri mereka membeli berbagai jenis bunga, diantaranya Hydrangea, Lily, Sedap Malam dan Kuping gajah.

"Biasanya (diletakan) di ruang tamu, di dapur, juga kadang di ruang keluarga sih," imbuh Amanda.

Tak jauh berbeda dengan Amanda, warga lainnya Fitri (60) juga mengaku telah menjalankan tradisi membeli bunga saat lebaran sejak lama, mengikuti kebiasaan orang tuanya. Baginya, bunga, terutama sedap malam, bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari suasana Lebaran itu sendiri.

"Iya, pasti (beli bunga) setiap Idul Fitri, biar wangi. Ruangannya biar wangi, biar berasa Lebaran, biar berasa semerbak bunga-bunga," ungkapnya.

"Karena kalau dari orang tua dulu kan kayak gitu. Jadi dari orang tua saya memang kalau setiap Lebaran tuh pasti beli. Jadi tradisi sampai sekarang kayak gitu, terutama sedap malam," lanjutnya.

Menurut Fitri, sedap malam merupakan 'bau khas Lebaran'. Bahkan ketika harga bunga meningkat dari tahun ke tahun, dia tetap membelinya, meski jumlahnya disesuaikan.

"Harus ada sedap malam, berasa ada yang kurang saja kalau tidak ada. Sedap malam itu bau Lebaran, jadi walaupun mahal tetap dicari. Cuma mungkin jumlahnya dikurangi, tadinta 15, sekarang cuma 10," sebut Fitri.

Tradisi ini pun akhirnya diwariskan Fitri ke anak-anaknya. Dia menyebut anaknya mulai menyadari kehadiran bunga sebagai bagian dari perayaan momen Lebaran.

"Kayaknya anaknya juga sudah mulai 'kok enggak ada bunga nih', sudah mulai nanya kalau kita enggak ada (bunga menjelang Lebaran)," cerita Fitri.

Tonton juga video "Stasiun Pasar Turi Terpantau Landai"

(ond/maa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |