Jejak Terakhir Dokter PPDS Terekam CCTV Sebelum Ditemukan Tewas di Siak

3 days ago 10

Siak -

Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) residen anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau, ditemukan tewas. Jejak terakhir dokter berinisial AKL (30) itu terekam kamera CCTV rumah sakit.

"Berdasarkan rekaman CCTV di bagian radiologi, korban saat itu terlihat berjalan kaki seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu keluar di depan pos sekuriti II menuju ke arah luar," kata Ps Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga, dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Pihak rumah sakit mencari AKL setelah sebelumnya istri korban mencari tahu keberadaan sang suami di lingkungan rumah sakit, pada Senin sore, 13 Juli 2026. Istri korban, yang juga seorang dokter berinisial YM (31), merasa khawatir lantaran suaminya pada sore itu tidak dapat dihubungi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pencarian dilakukan terhadap rekan sejawat, AKL tak kunjung diketahui keberadaannya. Hingga kemudian YM bersama petugas keamanan mengecek rekaman CCTV di rumah sakit.

Berdasarkan rekaman CCTV di bagian radiologi itulah yang menjadi petunjuk pihak rumah sakit untuk mencari keberadaan korban. Pencarian berlanjut pada Selasa (14/7), tiga saksi terdiri atas petugas satpam dan pengemudi ambulans melakukan pencarian di sekitar rumah sakit.

"Akhirnya, sekitar pukul 11.30 WIB, tiga orang saksi yang terdiri dari dua petugas satpam rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama seorang pengemudi ambulans, Selamat (55), berinisiatif menyisir area semak belukar di luar pagar yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban di CCTV," jelasnya.

Saat saksi memanjat pagar pembatas rumah sakit dari dalam area RSUD untuk melihat ke area luar, ia mendapati korban sudah dalam posisi telentang tidak bernyawa di tengah semak belukar. Posisi jasad ditemukan berjarak sekitar 5 meter dari pagar pembatas atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

"Di sebelah kiri jasad korban, ditemukan sebuah tas sandang milik korban," ujarnya.

Pihak rumah sakit kemudian melaporkan temuan jenazah korban tersebut ke pihak kepolisian. Selanjutnya, polisi datang melakukan olah TKP dan pemasangan garis polisi.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan masih menunggu hasil autopsi. Saat ini penyelidikan masih berlanjut.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video: Bantahan UNDIP Terkait Dugaan Bullying Dokter PPDS

(mea/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |