Insentif Mobil Listrik Bawa Angin Segar, Pengusaha Plastik Mulai PDKT

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi kendaraan listrik melalui insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik mendapat perhatian dari pelaku industri plastik dalam negeri. Langkah ini dinilai bukan hanya mendorong pertumbuhan kendaraan listrik, tetapi juga membuka peluang baru di sektor manufaktur.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono menilai, perkembangan kendaraan listrik akan berdampak langsung pada peningkatan kebutuhan komponen berbahan plastik, terutama di sektor baterai dan kelistrikan.

"Kalau untuk di listrik itu kan kita nanti lebih banyak ke baterainya ya. Baik itu casing baterainya maupun konektor-konektornya itu plastik semua," ujar Fajar kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/6/2026).

Kondisi tersebut membuat industri mulai bergerak lebih aktif untuk masuk ke dalam rantai pasok kendaraan listrik, meskipun saat ini sebagian besar produksi masih didominasi pemain global.

"Nah ini kan kebetulan masih China kan ya, BYD juga baru mungkin tahun-tahun depan akan berjalan. Nah itu kita memang lagi PDKT (pendekatan) ke arah sana," katanya.

Upaya penetrasi dilakukan melalui pendekatan business to business (B2B), khususnya untuk meningkatkan kandungan lokal dalam industri kendaraan listrik nasional.

"Secara langsung kita belum dapat angkanya, tapi secara B2B kita lagi intens untuk melakukan untuk TKDN-nya," ujarnya.

Di tengah peluang tersebut, pelaku industri tetap mencermati perkembangan pasar, terutama terkait kecepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

"Kelihatannya dia menunggu 35% ini sampai di mana nih," kata Fajar.

Dengan adanya insentif pemerintah, momentum percepatan adopsi kendaraan listrik dinilai bisa menjadi katalis penting bagi industri plastik nasional untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk memberikan insentif pembelian mobil listrik atau electric vehicle. Insentif ini akan berlaku untuk 100 ribu unit untuk tahap awal.

Namun, ia menegaskan, insentif itu tidak akan ada batasnya, sebab bila target pembelian tercapai 100 ribu unit, akan ditambah terus.

"Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih 100 ribu mobil listrik. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |