IHSG-Rupiah Hari Ini: Diuji Aksi Demo, Diteror Galaknya Inflasi AS

5 hours ago 3
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam. IHSG dan SBN melemah, sementara rupiah menguat
  • Wall Street loyo setelah data PCE masih mengkhawatirkan
  • Hasil uji kelayakan pimpinan BI, inflasi PCE AS, dan pertumbuhan ekonomi AS akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Tanah Air menutup perdagangan Rabu (26/8/2026) dengan hasil tak kompak.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok dan pasar obligasi pemerintah kembali tertekan. Sebaliknya, rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pasar saham hingga rupiah diharapkan mampu bergerak positif pada hari ini, Kamis (27/8/2026). Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini dapat dibaca pada halaman tiga artikel ini.

Sebelumnya, IHSG ditutup anjlok 1,48% atau 95,98 poin ke level 6.405,69. Posisi tersebut membawa indeks kembali menjauh dari level psikologis 6.500.

IHSG awalnya membuka perdagangan di level 6.507,14 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.532,17. Tekanan jual kemudian meningkat hingga indeks berakhir tepat di posisi terendah hariannya.

Tekanan terhadap IHSG tercermin dari penurunan 599 saham. Hanya 136 saham yang menguat, sedangkan 228 saham lainnya tidak bergerak.

Nilai transaksi mencapai Rp18,06 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,16 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2,49 juta kali.

Meski indeks melemah tajam, investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp1,37 triliun di seluruh pasar.

Merujuk data Refinitiv, seluruh sektor ditutup di zona merah. Sektor utilitas mencatat penurunan terdalam sebesar 2,98%, disusul sektor industri yang turun 2,26% dan properti melemah 2,10%.

Sektor teknologi juga terkoreksi 1,78%, barang konsumsi nonprimer turun 1,67%, bahan baku melemah 1,53%, dan finansial terkoreksi 0,96%.

Sementara itu, sektor barang konsumsi primer turun 0,90%, energi melemah 0,88%, dan kesehatan terkoreksi 0,73%.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi pemberat utama dengan kontribusi negatif sekitar 9,33 poin indeks. Saham BBRI ditutup di level Rp3.130.

Tekanan berikutnya datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang membebani IHSG sekitar 4,94 poin, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar 4,70 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sekitar 4,35 poin.

Di sisi lain, PT Merdeka Gold Resources Tbk. menjadi penopang utama dengan kontribusi positif sekitar 4,22 poin indeks. Posisi berikutnya ditempati PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) sebesar 3,47 poin dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sekitar 1,72 poin.

Beralih ke pasar valuta asing, rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu kemarin. Penguatan berlangsung di tengah pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terapresiasi 0,06% ke posisi Rp17.695/US$. Pergerakan tersebut membalikkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,11% ke level Rp17.705/US$ pada Senin (24/8/2026).

Rupiah sebenarnya membuka perdagangan dengan penguatan 0,20% ke posisi Rp17.670/US$. Namun, penguatannya terpangkas 25 poin hingga penutupan.

Sementara itu, tekanan kembali terjadi di pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun ditutup naik 3,7 basis poin dari 7,041% menjadi 7,078% pada perdagangan kemarin.

Imbal hasil yang naik menandai harga SBN yang tengah turun karena dijual investor.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |